Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

Al-Balad Jeddah, Jejak Pertama Para Tamu Allah Sebelum Menyentuh Tanah Makkah

Kawasan kota tua yang kini diakui sebagai situs Warisan Dunia UNESCO itu dahulu merupakan pelabuhan utama bagi jamaah haji jalur laut. 

Tayang:
Penulis: Muh Hasim Arfah | Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/MCH 2026
HAJI 2026 - Al-Balad, Jeddah. Kawasan kota tua yang kini diakui sebagai situs Warisan Dunia UNESCO itu dahulu merupakan pelabuhan utama bagi jamaah haji jalur laut.  

Ringkasan Berita:
  • Kawasan bersejarah Al-Balad di Jeddah menyimpan jejak panjang perjalanan haji dunia, khususnya jamaah asal Nusantara yang dahulu datang melalui jalur laut. 
  • Kota tua yang kini menjadi situs Warisan Dunia UNESCO itu pernah menjadi gerbang utama jamaah haji sebelum melanjutkan perjalanan menuju Makkah.
  • Petugas haji PPIH Arab Saudi 2026, Anis Diyah Puspita, menjelaskan bahwa sejak abad ke-19 Al-Balad menjadi titik pertemuan jamaah dari berbagai negara seperti Nusantara.

Laporan Hasim Arfah

Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi

TRIBUN-TIMUR.COM, JEDDAH — Lorong-lorong sempit beraroma kayu tua, rempah, dan angin Laut Merah masih menyimpan cerita panjang tentang perjalanan haji dunia.

Di kawasan bersejarah Al-Balad, Jeddah, jejak para musafir dari Nusantara hingga Afrika pernah bermula sebelum mereka melanjutkan perjalanan suci menuju Makkah.

Kawasan kota tua yang kini diakui sebagai situs Warisan Dunia UNESCO itu dahulu merupakan pelabuhan utama bagi jamaah haji jalur laut. 

Jauh sebelum pesawat mempersingkat perjalanan hanya beberapa jam, ribuan jamaah dari berbagai negara harus menempuh perjalanan berbulan-bulan melintasi samudra demi mencapai Tanah Suci.

Bangunan batu karang dengan jendela kayu khas rawasheen berdiri kokoh di sepanjang jalan Al-Balad. 

Pintu-pintu besar dan rumah-rumah tua seolah menjadi saksi bisu perjuangan para jamaah yang rela menjual harta, meninggalkan keluarga, bahkan mempertaruhkan nyawa demi menunaikan rukun Islam kelima.

Petugas haji PPIH Arab Saudi 2026, Anis Diyah Puspita, menjelaskan bahwa Al-Balad sejak abad ke-19 menjadi titik pertemuan jamaah dari berbagai belahan dunia, termasuk Nusantara, India, Mesir, hingga kawasan Afrika.

“Dulu Al-Balad menjadi gerbang utama jamaah haji dunia sebelum menuju Makkah. Dari sinilah para jamaah Nusantara pertama kali menginjakkan kaki di Tanah Arab,” ujar Anis di Jeddah, Jumat (15/5/2026).

Menurutnya, perjalanan haji pada masa lalu bukan hanya ibadah, tetapi juga perjuangan panjang yang penuh risiko. 

Banyak jamaah harus menghabiskan waktu hampir satu tahun untuk perjalanan pulang-pergi menggunakan kapal laut.

“Tidak sedikit yang wafat di perjalanan karena cuaca, penyakit, atau keterbatasan transportasi,” katanya.

Sesampainya di Jeddah, para jamaah melanjutkan perjalanan menuju Makkah menggunakan unta atau berjalan kaki bagi yang tidak mampu menyewa tunggangan.

Beratnya perjalanan itulah yang melahirkan tradisi “pamitan haji” di Indonesia, karena keberangkatan saat itu dianggap seperti perjalanan panjang yang belum tentu berakhir dengan kepulangan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved