Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tangis Bocah 11 Tahun Pecah saat Damkar Gowa Gerinda Cincin Emas di Jarinya

Sebab, korban terus merintih kesakitan saat petugas berupaya memotong cincin yang membuat jarinya membengkak.

Tayang:
Penulis: Sayyid Zulfadli Saleh Wahab | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
EVAKUASI CINCIN - Suasana Tim rescue Damkar Gowa mengevakuasi cicin dari jari bocah 11 tahun. Proses evakuasi cicin dilakukan ekstra hati-hati di Kantor Damkar Jalan Tumanurung, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Rabu (3/6/2026). 

TRIBUN-GOWA.COM – Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Gowa mengevakuasi cincin emas yang terjebak di jari tangan seorang bocah perempuan berusia 11 tahun.

Proses evakuasi berlangsung dramatis di kantor Damkar Gowa Jalan Tumanurung Kecamatan Somba Opu, Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Sebab, korban terus merintih kesakitan saat petugas berupaya memotong cincin yang membuat jarinya membengkak.

Korban diketahui bernama Nada Fajria Salsabilah (11), siswi kelas IV sekolah dasar yang merupakan anak berkebutuhan khusus.

Nada tampak menangis dan berteriak kesakitan saat petugas mulai memotong cincin menggunakan mesin gerinda di Kantor Dinas Damkar Gowa.

Petugas harus bekerja ekstra hati-hati agar proses pemotongan tidak melukai jari korban mengalami pembengkakan.

Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Damkar Gowa, Syamsul Bahri, mengatakan proses pelepasan cincin membutuhkan ketelitian karena kondisi jari korban yang sudah membengkak.

"Petugas melepas cincin dengan cara digerinda sambil terus diberikan air untuk mengurangi panas akibat gesekan alat," ucap Syamsul Bahri, Rabu (3/6/2026)

Menurutnya, beberapa petugas juga membantu memegang tangan korban.

Sekaligus menenangkannya selama proses evakuasi berlangsung.

Setelah dilakukan penanganan selama sekitar 10 menit, petugas akhirnya berhasil memotong dan melepaskan cincin dari jari korban.

Usai cincin berhasil dilepas, korban tampak lega setelah sebelumnya menahan rasa sakit akibat pembengkakan pada jarinya.

Syamsul menjelaskan, sebelum dibawa ke Damkar, orang tua korban sempat berupaya melepaskan cincin secara manual di rumah. 

Namun, kata dia, upaya tersebut tidak berhasil dan justru membuat jari korban semakin membengkak.

Karena khawatir kondisi anaknya memburuk, kedua orang tua korban kemudian membawa Nada ke Kantor Damkar Gowa untuk meminta bantuan petugas rescue.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved