Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Presiden Mahasiswa IAIN Parepare Minta Pemerintah Jaga Stabilitas Harga BBM

Presiden Mahasiswa IAIN Parepare, Kurniawan, mendesak pemerintah pusat menjaga stabilitas harga BBM menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah.

Tayang:
Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun-timur.com
MAHASISWA IAIN PAREPARE - Presiden Mahasiswa IAIN Parepare, Kurniawan. Ia meminta pemerintah pusat menjaga stabilitas harga BBM di tengah potensi lonjakan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah.  

Ringkasan Berita:
  • Presiden Mahasiswa IAIN Parepare, Sulsel Kurniawan, meminta pemerintah pusat menjaga stabilitas harga BBM di tengah potensi lonjakan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah. 
  • Ia menilai Indonesia sebagai negara pengimpor minyak berada dalam posisi rentan. 
  • Jika harga BBM naik, sektor nelayan, UMKM, dan logistik di Parepare berpotensi terdampak sehingga perlu langkah mitigasi sejak dini.
 
 

TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE - Presiden Mahasiswa IAIN Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) Kurniawan, mendesak pemerintah pusat menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM).

Seruan tersebut disampaikan menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah antara blok Amerika Serikat-Israel dan Iran yang berpotensi memicu lonjakan harga minyak mentah dunia.

Kurniawan menilai Indonesia sebagai negara pengimpor minyak berada dalam posisi rentan terhadap fluktuasi harga energi global.

Menurutnya, stabilitas ekonomi masyarakat di daerah niaga seperti Kota Parepare akan menjadi pertaruhan apabila pemerintah terlambat melakukan langkah mitigasi.

Ia menegaskan, fluktuasi harga energi global dapat memicu efek domino yang berdampak pada berbagai sektor vital di Sulawesi Selatan.

Sebagai kota yang mengandalkan transportasi laut dan darat, Parepare dinilai sangat rentan terhadap dampak kenaikan harga BBM.

“Jika pemerintah tidak melakukan mitigasi dari sekarang, kenaikan harga energi akan memukul langsung para nelayan, pelaku UMKM, dan sektor logistik. Kita tidak bisa hanya menunggu krisis itu sampai di depan pintu,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (6/3/2026).

Dalam pernyataan resminya, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAIN Parepare juga menyoroti sejumlah langkah yang perlu menjadi prioritas pemerintah.

Pertama, pemerintah diminta menjamin perlindungan subsidi BBM dengan memastikan stok tetap aman.

Selain itu, pengawasan distribusi juga perlu diperketat agar tidak terjadi kelangkaan di tingkat masyarakat.

DEMA IAIN Parepare juga menilai transparansi mengenai kondisi riil cadangan energi nasional menjadi hal penting untuk mencegah munculnya aksi panic buying di tengah masyarakat.

Kurniawan menilai kenaikan harga BBM akan memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi masyarakat di Kota Parepare.

Ia menyebut kondisi tersebut berpotensi memicu krisis ekonomi di daerah apabila tidak diantisipasi sejak dini.

Oleh karena itu, pemerintah pusat diharapkan dapat memastikan stabilitas harga BBM di tengah konflik global yang terus memanas.

Selain itu, DEMA IAIN Parepare menegaskan akan terus mengawal isu tersebut sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat.

Mereka juga berharap pemerintah pusat tidak hanya fokus pada diplomasi luar negeri, tetapi turut memberikan perlindungan nyata melalui jaring pengaman ekonomi (economic safety net) bagi masyarakat kecil di daerah.

“Fokus pada perlindungan ekonomi rakyat harus setara dengan upaya diplomatik. Ketahanan energi adalah kunci bagi kedaulatan ekonomi kita saat ini,” pungkasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved