Citizen Reporter
Tim FH Unhas Tembus Best 10 Papers di Forum Internasional Bahas Etika AI
Konferensi mempertemukan akademisi dari 10 negara dan menghadirkan tokoh internasional seperti Prof. Abdelkader Beckhouche, Ph.D dari Qatar
Penulis: CitizenReporter | Editor: Sudirman
Ia menilai keberhasilan masuk Best 10 Papers menunjukkan bahwa kajian hukum tata negara dan pendidikan Islam yang dikembangkan dari perspektif maqāṣid al-sharī‘ah sangat relevan dengan perkembangan teknologi global.
“Diskursus tentang kecerdasan buatan tidak bisa dilepaskan dari nilai dan etika. Mahasiswa dan dosen hukum harus hadir memberi arah agar teknologi tetap berpijak pada prinsip keadilan dan kemaslahatan,” tuturnya.
Penulis, Eka Merdekawati Djafar, menambahkan bahwa penelitian ini bersifat komparatif antara Indonesia dan Malaysia, serta menekankan pentingnya reorientasi pendidikan Islam agar adaptif terhadap transformasi digital tanpa kehilangan nilai dasar keislaman.
Sementara itu, Muhammad Fikri sebagai kontributor utama menjelaskan bahwa gagasan utama artikel ini adalah menempatkan kecerdasan buatan sebagai wasīlah (instrumen), bukan sebagai otoritas epistemik.
“Pendidikan Islam harus mampu menjaga nilai agama secara substantif, sekaligus menguatkan nalar kritis, kesehatan mental, kemandirian ekonomi, dan kesiapan generasi menghadapi era digital,” jelasnya.
Sebagai luaran (output) kegiatan, seluruh artikel yang diterima mendapatkan pilihan pendampingan proses publikasi, baik pada jurnal yang terindeks Scopus, jurnal nasional terindeks SINTA, maupun dalam bentuk Proceeding Konferensi.
Skema pendampingan ini difasilitasi oleh panitia penyelenggara guna memastikan kualitas naskah memenuhi standar akademik dan publikasi bereputasi.
Kesempatan tersebut diharapkan semakin memperkuat kontribusi ilmiah Fakultas Hukum Unhas dalam publikasi nasional maupun internasional.
Secara keseluruhan, capaian ini menjadi bukti komitmen civitas akademika Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin dalam menghadirkan kajian hukum dan pendidikan Islam yang responsif, adaptif, dan berorientasi etik di tengah perkembangan kecerdasan buatan di era digital.
| 30 Peserta Belajar Jadi MC di PAKI Pinrang, Pemateri Bersertifikat Sekretariat Presiden |
|
|---|
| Rektor IAIN Parepare Dorong Kolaborasi Literasi, LP2M Gandeng Komunitas Perkuat Gerakan Menulis |
|
|---|
| Perkuat Sosial Emosional, TK Islam Athirah Racing Centre Gelar Role Play |
|
|---|
| Kartini di Era Digital, Antara Literasi dan Nuditas Percakapan di Ruang Privat |
|
|---|
| Mahasiswa KKN Unhas Restorasi Bangunan Tradisional di Onomichi Jepang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-02-23-Mahasiswa-Unhas-saat-tampil-di-Universitas-Muhammadiyah-Unismuh.jpg)