Citizen Reporter
Tak Ecek-Ecek! Petugas Metal Detector Kunci Integritas UTBK-SNBT di Unhas
Petugas metal detektor (MD) berasal dari tenaga kependidikan (tendik) Unhas yang diberi tugas sebagai Wakil Penganggung Jawab Lokasi ( WPJL).
Oleh: Fajar S Djuanda
Peserta Sosialisasi dan & Pelatihan Metal Detector
TRIBUN-TIMUR.COM - Petugas metal detektor saat Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) punya peran penting mencegah kecurangan.
Perannya tidak sekadar formalitas tapi memang sangat penting, tidak ecek-ecek.
Demikian diungkapkan Direktur Pendidikan Unhas, Prof Risma Illa Maulany, dihadapan 150-an peserta Sosialisasi Pengawasan WPJL UTBK-SNBT & Pelatihan Penggunaan Metal Detector di Auditorium Prof. A. Amiruddin, Kampus Unhas, Rabu (15/4/2026).
Petugas metal detektor (MD) berasal dari tenaga kependidikan (tendik) Unhas yang diberi tugas sebagai Wakil Penganggung Jawab Lokasi (WPJL).
Pelaksanaan SNBT menjadikan Unhas sebagai pelaksana utama, semua elemen punya peran penting, mulai dari cleaning servis, petugas IT, dan para pejabat.
’’Jumlah pendaftar Unhas meningkat dibanding tahun lalu. Kami sangat bersyukur atas kepercayaan berbagai pihak karena itu artinya, kredibilitas Unhas sebagai host SNBT meningkat,’’ kata guru besar Fak. Kehutanan Unhas itu.
Risma berharap, kecurangan UTBK-SNBT tahun ini semakin berkurang, karena pihaknya telah melakukan evaluasi dan mencari solusi pada pelaksanaan UTBK-SNBT tahun lalu.
Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Penerimaan Mahasiswa Baru Unhas Nurul Ichsani, M.I.Kom., salah satu pemateri pada sosialisasi menjelaskan, Unhas berhasil memangkas waktu pelaksanaan ujian dari 10 hari menjadi 8 hari yang akan berlangsung pada 21-28 April 2026.
’’Kami memaksimalkan penggunaan ruangan. Kami memodifikasi ruangan sedemikian rupa, sehingga ruangan terisi penuh," ujar perempuan yang akrab disapa Yuyu.
Hal lain yang menyebabkan panitia bisa memangkas waktu, karena peserta tidak bisa lagi memilih Unhas sebagai lokasi UTBK, tetapi langsung memilih kota pelaksanaan ujian.
Misalnya kota Makassar, nanti sistem yang akan mendistribusikan peserta ke lokasi ujian, bisa ke UNM dan UIN.
Menurut dosen Komunikasi Unhas itu, UTBK tahun ini akan dibagi dalam 16 sesi, berlangsung di 43 lokasi, dan 15 posko.
Salah satu aturan UTBK-SNBT, semua peserta yang sudah melalui pemeriksaan MD dan sudah memasuki ruang ujian, tidak dibenarkan meninggalkan kursi dan keluar ruangan sebelum sesi ujian berakhir, misal ke toilet.
”Ketika peserta keluar ruangan, itu artinya dia tidak boleh lagi balik ke ruangan,’’ tegas Yuyu.
| Merawat Pasar Lokal dan Ruang Dialog di Makassar |
|
|---|
| Wisata Pantai Bukan Sekadar Menjual Pemandangan, Tetapi Juga Menjamin Keselamatan Pengunjung |
|
|---|
| Pengurus Ansor Sulsel Jajaki Kerja Sama Strategis IAIN Parepare |
|
|---|
| Tujuh Santri Ponpes Al Haris Raih Penghargaan pada Khataman Al-Quran 30 Juz |
|
|---|
| Tim Pengabdian UNM Bekali Pengurus Pesantren di Bulukumba dengan Standar Akuntansi Keuangan Modern |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-04-15-Sosialisasi-Pengawasan-WPJL-UTBK-SNBT-Pelatihan-Penggunaan-Metal-Detektor.jpg)