Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Citizen Reporter

Tim FH Unhas Tembus Best 10 Papers di Forum Internasional Bahas Etika AI

Konferensi mempertemukan akademisi dari 10 negara dan menghadirkan tokoh internasional seperti Prof. Abdelkader Beckhouche, Ph.D dari Qatar

Tayang:
Penulis: CitizenReporter | Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/citizen reporter
UNHAS - Mahasiswa Unhas saat tampil di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Surakarta pada 10-11 Februari 2026. Artikel Unhas menembus kategori Best 10 Papers dari total 223 artikel yang diterima. 

Citizen Reporter : Haura Mudya Maysha

Mahasiswa Unhas

TRIBUN-TIMUR.COM - Dosen dan mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar menorehkan prestasi di forum internasional The 6th International Conference On Islamic and Muhammadiyah Studies 2026.

Kegiatan diselenggarakan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Surakarta pada 10-11 Februari 2026 secara hybrid. 

Mengusung tema “Religious Ethics in Times of Artificial Intelligence”.

Konferensi mempertemukan akademisi dari 10 negara dan menghadirkan tokoh internasional seperti Prof. Abdelkader Beckhouche, Ph.D dari Qatar serta Wakil Menteri Agama RI Dr. Romo H.R. Muhammad Syafi’i.

Artikel berjudul “Reorienting Islamic Education: Southeast Asia Comparative Study of Maqaṣid al-Shari‘ah and Artificial Intelligence” dipresentasikan Muh. Rezky Zulkarnain berhasil menembus kategori Best 10 Papers dari total 223 artikel yang diterima.

Tim penulis terdiri atas Muh. Rezky Zulkarnain, Muhammad Fikri, Winanda Fajri Al Hakim, Abd. Rahman, Sardil Mutaallif, Eka Merdekawati Djafar, Haura Mudya Maysha, dan Wiranti, yang seluruhnya berafiliasi pada Fakultas Hukum Unhas.

Tim ini menjadi satu-satunya delegasi yang mewakili Unhas.

Dekan Fakultas Hukum Unhas, Prof Hamzah Halim, mengapresiasi capaian tersebut dan menegaskan bahwa prestasi ini merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam mendorong penguatan riset dan publikasi bereputasi internasional.

“Kegiatan ilmiah seperti ini menjadi ruang strategis untuk menunjukkan kapasitas akademik sekaligus memperluas jejaring global,” ujarnya.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Hukum, Prof Maskun, turut mengapresiasi atas capaian tim.

Ia menilai keberhasilan masuk Best 10 Papers merupakan bukti bahwa kualitas riset dan kapasitas akademik sivitas Fakultas Hukum Unhas mampu bersaing pada forum internasional.

“Partisipasi dan capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa dan dosen Fakultas Hukum Unhas memiliki daya saing global. Ini harus menjadi motivasi untuk terus memperkuat tradisi riset, publikasi, dan keterlibatan aktif dalam forum ilmiah internasional,” ujarnya.

Pembina Pusaka HTN FH-UH, Fajlurrahman Jurdi, turut mengapresiasi atas capaian tim.

Ia menilai keberhasilan masuk Best 10 Papers menunjukkan bahwa kajian hukum tata negara dan pendidikan Islam yang dikembangkan dari perspektif maqāṣid al-sharī‘ah sangat relevan dengan perkembangan teknologi global.

“Diskursus tentang kecerdasan buatan tidak bisa dilepaskan dari nilai dan etika. Mahasiswa dan dosen hukum harus hadir memberi arah agar teknologi tetap berpijak pada prinsip keadilan dan kemaslahatan,” tuturnya.

Penulis, Eka Merdekawati Djafar, menambahkan bahwa penelitian ini bersifat komparatif antara Indonesia dan Malaysia, serta menekankan pentingnya reorientasi pendidikan Islam agar adaptif terhadap transformasi digital tanpa kehilangan nilai dasar keislaman.

Sementara itu, Muhammad Fikri sebagai kontributor utama menjelaskan bahwa gagasan utama artikel ini adalah menempatkan kecerdasan buatan sebagai wasīlah (instrumen), bukan sebagai otoritas epistemik.

“Pendidikan Islam harus mampu menjaga nilai agama secara substantif, sekaligus menguatkan nalar kritis, kesehatan mental, kemandirian ekonomi, dan kesiapan generasi menghadapi era digital,” jelasnya.

Sebagai luaran (output) kegiatan, seluruh artikel yang diterima mendapatkan pilihan pendampingan proses publikasi, baik pada jurnal yang terindeks Scopus, jurnal nasional terindeks SINTA, maupun dalam bentuk Proceeding Konferensi.

Skema pendampingan ini difasilitasi oleh panitia penyelenggara guna memastikan kualitas naskah memenuhi standar akademik dan publikasi bereputasi.

Kesempatan tersebut diharapkan semakin memperkuat kontribusi ilmiah Fakultas Hukum Unhas dalam publikasi nasional maupun internasional.

Secara keseluruhan, capaian ini menjadi bukti komitmen civitas akademika Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin dalam menghadirkan kajian hukum dan pendidikan Islam yang responsif, adaptif, dan berorientasi etik di tengah perkembangan kecerdasan buatan di era digital.

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved