Citizen Reporter
Mahasiswa KKN-T Unhas Inovasikan Azolla Jadi Media Tanam dan Kompos Organik di Sidrap
Azolla dikenal memiliki kemampuan mengikat nitrogen melalui simbiosis dengan bakteri Anabaena azollae.
Penulis: CitizenReporter | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan inovasi ramah lingkungan di Kelurahan Majjelling Wattang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Melalui program berbasis lingkungan, mereka memperkenalkan pemanfaatan tanaman Azolla sebagai media tanam alternatif pengganti cocopeat sekaligus pupuk kompos organik.
Program ini menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal yang selama ini kurang dilirik.
Azolla, tanaman paku air yang banyak ditemukan di area persawahan dan perairan Majjelling Wattang, diolah menjadi solusi pertanian yang ekonomis dan berkelanjutan.
Azolla dikenal memiliki kemampuan mengikat nitrogen melalui simbiosis dengan bakteri Anabaena azollae.
Kandungan unsur haranya yang tinggi membuat tanaman ini sangat potensial dijadikan kompos organik.
Melalui proses fermentasi sederhana, Azolla mampu meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur tanah, serta menunjang pertumbuhan tanaman secara alami.
Tak hanya sebagai pupuk, Azolla juga dimanfaatkan sebagai media tanam alternatif pengganti cocopeat.
Kemampuannya menahan air dengan baik menjadikan Azolla efektif menjaga kelembapan media tanam.
Inovasi ini dinilai sangat membantu masyarakat, khususnya dalam kegiatan berkebun di pekarangan rumah dan budidaya tanaman hortikultura, karena bahannya mudah diperoleh dan bisa dibudidayakan sendiri.
Kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan kompos Azolla mendapat sambutan positif dari warga dan kelompok tani Kelurahan Majjelling Wattang.
Mereka menilai inovasi tersebut mudah diterapkan, hemat biaya, serta aman bagi lingkungan.
Kelompok tani setempat juga melihat pemanfaatan Azolla sebagai alternatif menjanjikan untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan media tanam berbahan impor.
Ketua Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Maritengngae, Musfiani, menilai program kerja mahasiswa KKN-T 115 Unhas sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat tani saat ini.
“Saya mengapresiasi sebesar-besarnya mahasiswa KKN-T 115 Unhas. Program kerja ini sangat mendukung kreativitas dan meningkatkan kesadaran masyarakat Majjelling Wattang, terutama petani, terhadap pentingnya pertanian yang sehat dan ramah lingkungan. Semoga program ini berkelanjutan dan memberi dampak jangka panjang,” ujarnya.
| Merawat Pasar Lokal dan Ruang Dialog di Makassar |
|
|---|
| Wisata Pantai Bukan Sekadar Menjual Pemandangan, Tetapi Juga Menjamin Keselamatan Pengunjung |
|
|---|
| Pengurus Ansor Sulsel Jajaki Kerja Sama Strategis IAIN Parepare |
|
|---|
| Tujuh Santri Ponpes Al Haris Raih Penghargaan pada Khataman Al-Quran 30 Juz |
|
|---|
| Tim Pengabdian UNM Bekali Pengurus Pesantren di Bulukumba dengan Standar Akuntansi Keuangan Modern |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-01-26-Mahasiswa-Kuliah-Kerja-Nyata-Tematik-KKN-T-Gelombang-115-Unhas.jpg)