Citizen Reporter
BBPOM Makassar Kampanyekan Bijak Gunakan Antibiotik dan Buang Sampah Obat dengan Benar
Mengusung tema “Bijak Gunakan Antibiotik untuk Cegah Resistensi Antimikroba dan Ayo Buang Sampah Obat (ABSO) dengan Benar”.
Penulis: CitizenReporter | Editor: Sudirman
“Sampah obat, tidak boleh dibunag sembarangan, karena berpotensi disalahgunakan dan dapat mencemari lingkungan” ujarnya
“Melalui program ABSO yang bersinergi dengan GP Farmasi Provinsi Sulsel serta Ikatan Apoteker Indonesia, masyarakat nantinya dapat membuang sampah sisa obat, obat kedaluarsa atau rusak di apotek-apotek bertanda khusus yang telah menyediakan drop box sampah obat” jelas Yosef
“Masyarakat juga dapat membawa sampah obatnya ke kantor BBPOM di Makassar untuk nantinya dimusnahkan dengan lestari sehingga tidak mencemari lingkungan” imbuh Yosef
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Makassar, Ahmad Asy’ari, menyampaikan bahwa Resistensi Antimikroba (Antimicrobial Resistance, AMR) telah menjadi perhatian global yang mendesak dan merupakan suatu silent pandemic yang berdampak pada kesehatan manusia, lingkungan, dan hewan.
WHO sudah menetapkan bahwa resistensi antimikroba termasuk dalam 10 besar masalah kesehatan global.
Salah satu faktor pemicu meningkatnya kejadian resistensi antimikroba dikarenakan penggunaan antimikroba yang tidak bijak pada manusia dan hewan.
Pembelian antibiotik tanpa resep dokter, penggunaan antibiotik yang tidak tepat, penggunaan antibiotik pada hewan ternak yang tidak sesuai ketentuan, termasuk membuang antibiotik secara sembarang yang mencemari lingkungan berkontribusi dalam peningkatan kejadian AMR.
Pemerintah Kota Makassar mengapreasiasi Balai Besar POM yang telah menginisiasi kegiatan serta seluruh pihak yang telah berkontribusi.
"Semoga kegiatan ini bermanfaat dan menjadi langkah nyata dalam pengendalian resistensi antimikroba di Kota Makassar serta pentingnya membuang sampah obat dengan benar untuk menjaga kelestarian lingkungan” pungkasnya.
Kegiatan juga dirangkaikan dengan launching program ABSO dan simbolis buang sampah obat oleh Kepala BBPOM di Makassar dan stakeholder, serta minum jamu bersama sebagai bagian dari program Jawara (Jamu Warisan Budaya Nusantara).
Pada event ini, BBPOM di Makassar juga menghadirkan Inovasi Pelayanan Mantappol Sulsel, yang menyediakan berbagai layanan langsung kepada masyarakat, antara lain konsultasi izin edar Obat dan Makanan, layanan edukasi Obat dan Makanan, pengujian cepat kosmetik dan pangan olahan, serta layanan informasi dan pengaduan masyarakat.
Sejumlah warga tampak membawa produk pangan dan kosmetik yang digunakan sehari-hari untuk diuji melalui mobil layanan keliling BBPOM di Makassar.
Kegiatan semakin lengkap dengan adanya layanan pengecekan kesehatan gratis yang diselenggarakan oleh GP Farmasi Provinsi Sulawesi Selatan.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal hingga akhir acara. Suasana semakin meriah dengan kuis, permainan edukatif, serta pembagian door prize menarik.
Peserta, Ningsih, mengaku kegiatan ini sangat bermanfaat.
“Kegiatan ini memberikan banyak informasi. Saya jadi tahu cara membuang sampah obat dengan benar dan bagaimana mengecek izin edar BPOM,” ujarnya.
| Merawat Pasar Lokal dan Ruang Dialog di Makassar |
|
|---|
| Wisata Pantai Bukan Sekadar Menjual Pemandangan, Tetapi Juga Menjamin Keselamatan Pengunjung |
|
|---|
| Pengurus Ansor Sulsel Jajaki Kerja Sama Strategis IAIN Parepare |
|
|---|
| Tujuh Santri Ponpes Al Haris Raih Penghargaan pada Khataman Al-Quran 30 Juz |
|
|---|
| Tim Pengabdian UNM Bekali Pengurus Pesantren di Bulukumba dengan Standar Akuntansi Keuangan Modern |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-12-15-Balai-Besar-Pengawas-Obat-dan-Makanan-BBPOM-Makassar.jpg)