Citizen Reporter
Menyaksikan Dialog Akademik di Kyoto University dan Mahasiswa Naik Sepeda
Kyoto University memberikan kesan pertama sebagai kampus menghargai kedalaman berpikir.
Penulis: CitizenReporter | Editor: Edi Sumardi
Ringkasan Berita:Saat mengunjungi Kyoto University, Osaka University, dan mengikuti Smart Energy Week Osaka 2025, saya merasakan sendiri denyut ekosistem ilmiah Jepang, tenang, disiplin, penuh rasa ingin tahu, tetapi juga sangat kolaboratif.Mengunjungi Kyoto University memberikan kesan pertama sebagai kampus yang menghargai kedalaman berpikir.Di Kyoto University memiliki 13 penerima Nobel, buah dari kultur free academic spirit yang memberi mahasiswa kebebasan menjelajah gagasan tanpa rasa takut salah.
Bahrul Ulum Ilham
Dosen ITB Nobel Indonesia Makassar
Melaporkan dari Osaka, Jepang
PERJALANAN ke "Negeri Sakura"bersama keluarga, 17–23 November 2025 saya manfaatkan melihat bangsa Jepang membangun kemajuan ilmu melalui cara yang konsisten, terukur, dan berakar kuat pada budaya.
Saat mengunjungi Kyoto University, Osaka University, dan mengikuti Smart Energy Week Osaka 2025, saya merasakan sendiri denyut ekosistem ilmiah Jepang, tenang, disiplin, penuh rasa ingin tahu, tetapi juga sangat kolaboratif.
Tak heran, hingga 2025, Jepang memiliki 33 penerima Nobel, menjadikannya negara keenam dengan raihan Nobel terbanyak di dunia.
Mengunjungi Kyoto University memberikan kesan pertama sebagai kampus yang menghargai kedalaman berpikir.
Di bawah pohon-pohon besar, bangunan bernuansa klasik, perpaduan budaya tradisional Jepang dan pendidikan modern, berlangsung dialog-dialog akademik.
Tampak banyak mahasiswa bersepeda dan area parkir sepeda yang biasa disebut "churinjo”, menunjukkan sepeda bagian penting dari kehidupan di Kyoto dan mahasiswa.
Di Kyoto University memiliki 13 penerima Nobel, buah dari kultur free academic spirit yang memberi mahasiswa kebebasan menjelajah gagasan tanpa rasa takut salah.
Saat ini ada sekitar 3.000 mahasiswa internasional dari lebih100 negara menjadikan kampus ini seperti laboratorium budaya global.
Di Osaka, saya berkesempatan mengunjungi Fakultas Ekonomi Osaka University.
Di sini, saya menyaksikan bagaimana pendekatan teoritis dipadukan dengan data empiris dananalisis historis untuk memahami persoalan sosial secara lebih tajam.
Osaka University konsisten berada di jajaran kampus riset terbaik Jepang.
| Merawat Pasar Lokal dan Ruang Dialog di Makassar |
|
|---|
| Wisata Pantai Bukan Sekadar Menjual Pemandangan, Tetapi Juga Menjamin Keselamatan Pengunjung |
|
|---|
| Pengurus Ansor Sulsel Jajaki Kerja Sama Strategis IAIN Parepare |
|
|---|
| Tujuh Santri Ponpes Al Haris Raih Penghargaan pada Khataman Al-Quran 30 Juz |
|
|---|
| Tim Pengabdian UNM Bekali Pengurus Pesantren di Bulukumba dengan Standar Akuntansi Keuangan Modern |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20251123-Bahrul-Ulum-Ilham.jpg)