Dana Transfer Dipangkas
Rp80 Miliar Dipotong, Jalan dan Jembatan di Bulukumba Tak Dibangun
Anggaran pembangunan jalan, jembatan, dan irigasi di Bulukumba dipangkas Rp80 miliar. Jembatan Somba Palioi mendesak dibangun, warga waswas melintas.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUNBULUKUMBA.COM, KINDANG – Sejumlah ruas jalan, jembatan, dan irigasi di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, dipastikan tidak dapat dibangun pada 2026.
Penyebabnya, anggaran puluhan miliar dari pemerintah pusat untuk pembangunan fisik dipotong.
“DAK Fisik ini sedang dikurangi tahun depan, jadi berdampak itu pembangunan jalan dan jembatan hingga irigasi,” kata Humas Pemkab Bulukumba, Andi Ayatullah, Rabu (15/10/2025).
Ia merinci, total anggaran Rp108 miliar menjadi Rp28 miliar.
Sebanyak Rp80 miliar anggaran pembangunan fisik dipotong oleh pemerintah pusat.
Kebijakan ini merupakan bentuk efisiensi anggaran APBN ke pemerintah daerah.
Pengurangan anggaran tidak hanya berlaku di Bulukumba, tetapi juga di seluruh daerah di Indonesia.
Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bulukumba belum merilis nama ruas jalan, jembatan, dan irigasi yang terdampak pemotongan anggaran.
Kepala Dinas PU Bulukumba, Andi Zulkifli, menyebut ada ratusan kilometer jalan rusak butuh dibangun.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, merencanakan peningkatan pendapatan asli daerah nonpajak agar pembangunan tetap berjalan.
Jembatan Somba Palioi Mendesak Dibangun
Anggota DPRD Bulukumba asal Kecamatan Kindang, Syamsir, mendesak Dinas PU segera memprioritaskan pembangunan Jembatan Somba Palioi.
“Jembatan itu sudah tua, lutut terasa bergetar sampai jantung terasa mau copot kalau kita melintas di jembatan itu,” ungkap Syamsir saat rapat bersama Pemkab di kantor DPRD Bulukumba.
Ia menegaskan, jembatan tersebut menghubungkan masyarakat antar kecamatan dan desa.
Yakni Kecamatan Kindang dan Kecamatan Gantarang.
Masyarakat di dua kecamatan itu menggunakan jembatan tersebut untuk membawa hasil bumi. (*)
| TKD ke Sinjai Dipangkas, Transfer Pusat Turun hingga Rp195 Miliar |
|
|---|
| Rp16 Miliar Digelontorkan Pemkab Wajo Bayar Gaji 4000 PPPK Paruh Waktu |
|
|---|
| Taktisi Pemangkasan Anggaran, Bupati Bulukumba Garap Kerja Sama Perusahaan Tiongkok |
|
|---|
| Bupati Barru Tak Khawatir Dana Transfer Daerah Dipangkas, Andi Ina: Tantangan untuk Lebih Kreatif |
|
|---|
| Anggaran TKD Dipangkas, Andi Tenri Liwang: Enrekang Punya Utang Terbesar di Sulsel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20250815-Kantor-Pemkab-Bulukumba.jpg)