Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Harga Bumbu dan Sayur Naik di Bulukumba Pasca Lebaran, Cabai hingga Tomat Meroket

Harga bumbu dapur dan sayur mayur di Kabupaten Bulukumba naik signifikan usai perayaan Idulfitri 2026.

|
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Muh Hasim Arfah
Tribun-timur.com/Samsul Bahri
CABAI TOMAT NAIK-Pedagang bahan pokok dan bumbu dapur di Pasar Cekkeng Jl Yos Sudarso Bulukumba, Hj Sari, Sulawesi Selatan, Selasa (14/4/2026). Beberapa harga komoditas naik pasca lebaran Idul fitri 1447 H/2026 M. 

Ringkasan Berita:
  • Cabai kecil juga mengalami kenaikan dari Rp40.000 menjadi Rp50.000 per kilogram. 
  • Tomat sayur yang sebelumnya Rp20.000 per liter kini menjadi Rp25.000 per liter atau naik sekitar 25 persen. 

 

TRIBUN-TIMUR.COM, BULUKUMBA – Harga bumbu dapur dan sayur mayur di Kabupaten Bulukumba naik signifikan usai perayaan Idulfitri 2026.

Kenaikan ini terjadi di sejumlah pasar tradisional dan dikeluhkan para pedagang maupun pembeli.

Sejumlah harga komoditas tercatat melonjak. 

Bawang putih dan bawang merah kini dijual Rp35.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp30.000 per kilogram.

Cabai kecil juga mengalami kenaikan dari Rp40.000 menjadi Rp50.000 per kilogram.

Sementara cabai keriting naik dari Rp25.000 menjadi Rp30.000 per kilogram, sedangkan cabai besar berada di kisaran Rp25.000 per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada komoditas tomat.

Tomat sayur yang sebelumnya Rp20.000 per liter kini menjadi Rp25.000 per liter atau naik sekitar 25 persen. 

Baca juga: Ekspor Sulsel Turun 39,33 Persen, Nikel dan Kakao Tetap Komoditas Unggulan

Tomat buah mengalami kenaikan serupa, dari Rp20.000 menjadi Rp25.000 per liter. Bahkan dalam jumlah besar, harga tomat melonjak dari Rp100.000 menjadi Rp300.000 per 20 kilogram.

Untuk komoditas lain, harga kentang berada di Rp20.000 per kilogram, kol Rp10.000 per kilogram, dan wortel juga Rp10.000 per kilogram.

Salah seorang pedagang di Pasar Cekkeng Bulukumba, Hajja Sari, mengatakan kenaikan harga ini mulai terasa setelah Lebaran.

Menurutnya, harga dari distributor memang sudah lebih tinggi dibanding sebelumnya.

“Terjadi kenaikan sayur mayur dan bumbu pasca Lebaran. Barang dari distributor juga naik,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Ia menjelaskan, kenaikan ini dipengaruhi oleh faktor musim, di antaranya masa panen yang telah selesai serta beberapa daerah yang mulai memasuki musim kemarau.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved