17.094 Anak di Bone Tak Bersekolah, Dinas Pendidikan Luncurkan Gerakan SIAMASEI
Program ini bertujuan mengembalikan anak-anak yang berada di luar sistem pendidikan agar kembali memperoleh hak belajar.
Libatkan Desa hingga Tokoh Masyarakat
Penanganan ATS akan dilakukan secara lintas sektor.
Pemerintah melibatkan kecamatan, desa, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, sekolah formal dan nonformal, tokoh agama, tokoh adat, hingga tokoh masyarakat.
Bagi anak dari keluarga kurang mampu, pemerintah akan mengoptimalkan bantuan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH).
PIP merupakan bantuan pendidikan dari pemerintah pusat untuk membantu biaya sekolah siswa dari keluarga kurang mampu.
Sementara PKH adalah bantuan sosial bersyarat bagi keluarga miskin yang salah satu komponennya mendukung keberlanjutan pendidikan anak.
Adapun bagi anak yang terkendala administrasi kependudukan, pemerintah akan membantu proses pengurusan dokumen agar dapat kembali mengakses layanan pendidikan.
Bone Peringkat Kedua ATS di Sulsel
Sebagai tahap awal, program SIAMASEI akan difokuskan pada sembilan kecamatan dengan jumlah ATS tertinggi.
Yakni Kecamatan Tellu Siattinge, Tanete Riattang Timur, Dua Boccoe, Kajuara, Ajangale, Tanete Riattang Barat, Sibulue, Amali, dan Ponre.
Sekretaris Dinas Pendidikan Bone, Abd Rahman, mengatakan tingginya jumlah ATS menjadi tantangan besar yang harus segera diatasi.
Saat ini Kabupaten Bone tercatat sebagai daerah dengan jumlah ATS tertinggi kedua di Sulawesi Selatan.
“Predikat nomor dua ATS di Sulsel tentu menjadi perhatian bagi kita semua. Ini harus menjadi motivasi untuk bergerak lebih cepat menekan angka anak tidak sekolah,” ujarnya.
Menurut Abdul Rahman, Dinas Pendidikan selama ini telah menjalankan sejumlah program untuk mengatasi persoalan tersebut.
Di antaranya Gerakan Masyarakat Lisu Massikola (Gemar Limas) dan program Wali Desa yang berfokus pada pendampingan anak-anak yang berisiko putus sekolah.
Ia optimistis jumlah ATS di Bone dapat ditekan apabila seluruh pihak bergerak bersama dengan data yang akurat dan langkah yang terukur.
“Kalau kita bekerja secara kolaboratif, kami optimistis angka ATS di Kabupaten Bone bisa ditekan secara bertahap, bahkan minimal hingga 50 persen,” tandasnya. (*)
| PT dan CV Tak Lagi Nikmati PPh Final 0,5 Persen, HIPMI Bone: Ada Plus Minusnya |
|
|---|
| Pekan Ini PSM Makassar Umumkan Pelatih Baru di Media Sosial, Darije Kalezic atau Orang Baru? |
|
|---|
| Harga Emas Antam di Kota Makassar Hari Ini Selasa 9 Juni 2026 dari 0,5 hingga 1000 gram |
|
|---|
| Jadwal Penerimaan Siswa Baru 222 SD dan 43 SMP Negeri di Maros, 4 Kecamatan Kekurangan Ruang Kelas |
|
|---|
| UMI Resmi Kantongi Akreditasi LPH, Prof Hambali: Langkah Besar Menuju Halal Center of Excellence |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ANAK-TIDAK-SEKOLAH-bone.jpg)