649 Janda Baru di Bone Selama Enam Bulan Terakhir, Penyebabnya Perselisihan dan Perselingkuhan
Khumaeni menjelaskan, selama enam bulan pertama tahun 2026 tercatat 123 perkara cerai talak.
Ringkasan Berita:
- Selama periode Januari hingga Juni 2026, Pengadilan Agama Watampone mencatat adanya 649 janda baru di Kabupaten Bone akibat tingginya angka perceraian.
- Dari total 649 kasus yang ditangani, perkara didominasi oleh cerai gugat (diajukan oleh istri) sebanyak 526 kasus, sementara cerai talak (diajukan oleh suami) hanya mencapai 123 kasus.
- Pihak pengadilan belum bisa membandingkan tren ini dengan tahun sebelumnya karena evaluasi tahunan baru bisa dilakukan secara menyeluruh di akhir tahun.
TRIBUN-TIMUR.COM, BONE – Sebanyak 649 janda baru di Bone selama periode Januari hingga Juni 2026.
Data tersebut disampaikan oleh Biro Hukum Pengadilan Agama Watampone, Khumaeni.
Cerai gugat masih mendominasi dibandingkan cerai talak.
Khumaeni menjelaskan, selama enam bulan pertama tahun 2026 tercatat 123 perkara cerai talak.
Rinciannya, Januari sebanyak 34 perkara, Februari 16 perkara, Maret 9 perkara, April 31 perkara, Mei 18 perkara, dan Juni 15 perkara.
Baca juga: 17.094 Anak di Bone Tak Bersekolah, Dinas Pendidikan Luncurkan Gerakan SIAMASEI
Sementara cerai gugat tercatat mencapai 526 perkara.
Januari terdapat 147 perkara cerai gugat masuk ke Pengadilan Agama Watampone.
Kemudian Februari sebanyak 59 perkara, Maret 46 perkara, April 143 perkara, Mei 91 perkara, dan Juni 40 perkara.
Jika digabungkan, jumlah perkara perceraian yang ditangani selama semester pertama tahun ini mencapai 649 kasus.
Dominan perkara cerai gugat menunjukkan bahwa mayoritas perceraian diajukan oleh pihak istri.
"Sebagian besar perkara yang masuk merupakan cerai gugat atau diajukan oleh pihak istri," ujar Khumaeni saat dikonfirmasi, Selasa (9/6/2026).
Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab pasangan suami istri memilih mengakhiri rumah tangga mereka.
Penyebab yang paling banyak ditemukan adalah perselisihan dan pertengkaran yang terjadi secara terus-menerus.
Selain itu, kasus perselingkuhan juga masih menjadi salah satu pemicu utama perceraian.
"Faktor lain yang turut memengaruhi tingginya angka perceraian yakni tidak menjalankan kewajiban dalam rumah tangga serta maraknya praktik judi online,"akuinya.
| Sambut Piala Dunia 2026, Warga Bone Ramai-ramai Perbaiki Televisi Rusak |
|
|---|
| SPMB 2026 Dibuka, SMPN 1 Barebbo Bone Siap Tampung Lima Rombel |
|
|---|
| 17.094 Anak di Bone Tak Bersekolah, Dinas Pendidikan Luncurkan Gerakan SIAMASEI |
|
|---|
| PT dan CV Tak Lagi Nikmati PPh Final 0,5 Persen, HIPMI Bone: Ada Plus Minusnya |
|
|---|
| Ketua PBVSI Bone Targetkan Voli Jadi Industri Olahraga Daerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-06-09-Biro-Hukum-Pengadilan-Agama-Watampone-Khumaeni.jpg)