Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

17.094 Anak di Bone Tak Bersekolah, Dinas Pendidikan Luncurkan Gerakan SIAMASEI

Program ini bertujuan mengembalikan anak-anak yang berada di luar sistem pendidikan agar kembali memperoleh hak belajar.

Tayang:
Penulis: Wahdaniar | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
ANAK TIDAK SEKOLAH – Suasana Rapat Koordinasi Pembentukan Tim Percepatan Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) Tahun 2026 di Aula Lamellong Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Selasa (9/6/2026). Dinas Pendidikan Bone meluncurkan gerakan SIAMASEI untuk mengembalikan 17.094 anak yang tercatat berada di luar sistem pendidikan agar kembali memperoleh hak belajar. 

Sementara 5.697 anak lainnya telah menyelesaikan satu jenjang pendidikan, namun tidak melanjutkan ke tingkat berikutnya.

Andi Rasna menilai angka tersebut menjadi alarm serius bagi dunia pendidikan di Kabupaten Bone.

Sebab, setiap anak yang tidak bersekolah berpotensi kehilangan kesempatan meningkatkan kualitas hidupnya di masa depan.

“Ketika semua pihak bergerak bersama, angka 17.094 bukan lagi sekadar statistik. Angka itu adalah 17.094 mimpi yang harus kita perjuangkan agar kembali menemukan jalannya menuju bangku sekolah,” katanya.

Bukan Hanya Soal Biaya Sekolah

Dinas Pendidikan Bone mengungkapkan penyebab anak tidak sekolah sangat beragam.

Tidak semuanya disebabkan oleh faktor ekonomi.

Sebagian anak terkendala biaya pendidikan dan kebutuhan keluarga.

Sebagian lainnya terhambat karena menikah di usia dini.

Ada pula yang tinggal di wilayah dengan akses pendidikan terbatas.

Selain itu, persoalan administrasi kependudukan juga menjadi kendala.

Masih ditemukan anak yang tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK), Kartu Keluarga, maupun akta kelahiran.

Padahal dokumen tersebut menjadi syarat penting dalam proses pendaftaran sekolah dan pengurusan berbagai bantuan pendidikan.

Karena itu, melalui SIAMASEI, pemerintah tidak hanya melakukan pendataan.

Tim yang dibentuk akan turun langsung ke lapangan untuk memverifikasi data, mencari penyebab anak tidak sekolah, sekaligus mencarikan solusi sesuai kondisi masing-masing.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved