Bone
Tawuran Remaja di Bone Sulsel Berhasil Digagalkan, Polisi Sita Parang hingga Anak Busur
Delapan remaja bersama barang bukti diserahkan ke petugas piket SPKT Polres Bone untuk proses hukum dan pembinaan lebih lanjut.
Penulis: Wahdaniar | Editor: Sakinah Sudin
"Patroli gabungan ini kami laksanakan secara rutin dan intensif untuk mencegah hal-hal seperti ini terjadi," kata Muh Tahir
"Kami tidak akan membiarkan aksi kekerasan jalanan mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat Bone, apalagi yang melibatkan anak-anak remaja," ujarnya.
Kompol Muh Tahir prihatin dengan masih adanya keterlibatan remaja dalam rencana aksi tawuran.
"Kami berharap orang tua, tokoh masyarakat dan pihak sekolah bersama-sama mengawasi pergaulan anak-anak kita agar tidak terjerumus dalam tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain," katanya.
Sementara itu, Unit Resum Sat Reskrim Polres Bone masih menyelidiki motif serta kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam rencana tawuran tersebut.
Terpisah, Andi warga Jalan Gunung Klaba mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian menggagalkan aksi tersebut.
"Kami bersyukur polisi cepat bertindak. Kalau sampai terjadi tawuran, tentu sangat membahayakan warga sekitar," kata Andi.
"Apalagi lokasinya dekat sekolah dan permukiman penduduk," imbuhnya.
Ia berharap patroli malam terus ditingkatkan untuk mencegah aksi serupa terulang.
"Anak-anak sekarang perlu lebih banyak pengawasan," ujar Andi.
"Kami mendukung patroli rutin yang dilakukan polisi karena sangat membantu menjaga keamanan lingkungan," jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Tawuran-Remaja-di-Bone-Sulsel-Berhasil-Digagalkan-Polisi-Sita-Parang-hingga-Anak-Busur.jpg)