Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilkades Antar Waktu Digelar 18 Desa dari 14 Kecamatan di Bone

Pemungutan Suara Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) 2026 di 18 desa di Kabupaten Bone akan digelar pada Kamis (21/5/2026).

Tayang:
Penulis: Wahdaniar | Editor: Waode Nurmin
Tribun-timur.com/Wahdaniar
PILKADES PAW- Potret Ketua APDESI Bone, Muhammad Rusli, Rabu (20/5/2026). Pilkades antar waktu digelar di 18 Desa Bone, APDESI minta warga tetap jaga persaudaraan 

Hal tersebut diungkapkan Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Bone, Andi Akbar saat dikonfirmasi, Senin (13/4/2026). 

“Sebanyak 18 desa di 14 kecamatan di Kabupaten Bone akan melaksanakan Pilkades PAW dari total 27 kecamatan yang ada,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan Pilkades PAW tersebut direncanakan berlangsung pada bulan Mei 2026.

“Insyaallah rencananya dilaksanakan bulan Mei,” katanya.

Ia menjelaskan, seluruh desa yang akan menggelar Pilkades PAW telah memiliki bakal calon kepala desa.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah bakal calon kepala desa di masing-masing desa bervariasi, mulai dari dua hingga lima orang.

Desa dengan jumlah bakal calon terbanyak yakni Desa Tompong Patu, Kecamatan Kahu dengan lima pendaftar.

Sementara Desa Mattiro Walie, Kecamatan Mare, Desa Ulo, Kecamatan Tellu Siattinge, dan Desa Opo, Kecamatan Ajangale masing-masing memiliki empat bakal calon.

Sedangkan desa lainnya rata-rata diikuti dua hingga tiga bakal calon.

Andi Akbar menjelaskan, sesuai aturan, jumlah calon kepala desa dalam Pilkades PAW dibatasi maksimal tiga orang.

Jika jumlah pendaftar melebihi batas tersebut, maka akan dilakukan tahapan seleksi.

“Kalau ada lima calon, pasti di tes. Jadi nanti ada yang gugur, minimal dua orang dari lima itu,” jelasnya.

Meski terdapat desa dengan jumlah bakal calon cukup banyak, ia memastikan secara umum kondisi tetap aman dan kondusif.

“Pemilihan kepala desa ini pada prinsipnya aman-aman saja, karena biasanya mereka masih punya hubungan keluarga, seperti sepupu, om, atau kemenakan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar panitia di tingkat desa tetap menjaga netralitas demi menghindari potensi konflik.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved