Pria 55 Tahun Diduga ODGJ, Disekap lalu Dianiaya Warga di Bone
Keluarga menegaskan korban tidak memiliki riwayat gangguan jiwa secara medis sebagaimana yang beredar di tengah masyarakat.
Penulis: Wahdaniar | Editor: Waode Nurmin
TRIBUN-TIMUR.COM, BONE — Seorang pria berinisial NU (55), warga Desa Paccing, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan sejumlah warga.
Korban bahkan disebut sempat diikat dan disekap di sebuah rumah kosong sebelum akhirnya mengalami sejumlah luka di tubuhnya.
Kasus tersebut kini menjadi perhatian publik setelah video yang diduga memperlihatkan kondisi korban beredar luas di media sosial utamanya whatsapp, Rabu (20/5/2026).
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya BB saat dikonfirmasi mengungkapkan, korban awalnya diamankan oleh sejumlah warga setelah diduga mengamuk di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.
peristiwa penyekapan tersebut terjadi pada Minggu (17/5/2026).
"Korban tinggal sendiri di rumah keluarganya. Saat itu dia diamankan warga, lalu dibawa ke sebuah rumah kosong. Di sana korban diduga diikat menggunakan tali dan dikeroyok secara bersama-sama," ungkap sumber tersebut.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka di sejumlah bagian tubuhnya.
Setelah insiden tersebut, korban kemudian dibawa kembali ke rumah keluarganya.
Merasa tidak terima atas perlakuan yang dialami korban, pihak keluarga akhirnya melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bone agar diproses sesuai hukum yang berlaku.
Menurut informasi yang beredar di masyarakat, korban diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) karena disebut sempat mengamuk sebelum diamankan warga.
Namun, pihak keluarga membantah anggapan tersebut.
Keluarga menegaskan korban tidak memiliki riwayat gangguan jiwa secara medis sebagaimana yang beredar di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Alvin Aji, membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut.
"Iya, laporan dari pihak keluarga korban sudah kami terima. Saat ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut," ujarnya saat dikonfirmasi.
Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami kronologi lengkap kejadian dan mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut.
| Bayar Rp 5 Ribu, Pengunjung Bisa Nikmati Fasilitas Wisata Pondok Kelapa |
|
|---|
| Bupati Bone Soroti Minimnya Informasi Sekolah Rakyat, Minta Program Menjangkau Warga Miskin |
|
|---|
| Kasus Penganiayaan Petani di Bone Disorot, Akademisi Desak Polisi Usut Semua Terduga Pelaku |
|
|---|
| Pelaku Curanmor Babak Belur Diamuk Massa di Bone, Uang Hasil Jual Motor Dipakai Beli Sabu dan Judol |
|
|---|
| Kloter 42 Embarkasi Makassar Didominasi Jamaah Bantaeng, 11 Orang Asal Bone |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Ilustrasi-Pembunuhan-frrr.jpg)