Harga Sembako
Harga Bahan Pokok Naik di Bone, Bawa Rp500 Ribu ke Pasar Belum Cukup
Selain membuat daya beli masyarakat menurun, kondisi tersebut juga berdampak pada omzet pedagang yang ikut mengalami penurunan.
Tayang:
Tribun-timur.com/Wahdaniar
BAHAN POKOK - Potret dagangan penjual di Pasar Sentral Palakka, Kecamatan Tanete Riattang, Minggu (10/5/2026). Omzet pedagang menurun di tengah kenaikan harga bahan pokok di Bone.
Namun saat ini, beberapa komoditas sudah menembus angka Rp50 ribu per kilogram.
Kondisi tersebut turut memengaruhi pendapatan pedagang karena pembeli mulai mengurangi jumlah belanja.
“Kalau dulu keuntungan bisa sampai Rp500 ribu per hari, sekarang paling banyak sekitar Rp300 ribu,” katanya.
Seorang ibu rumah tangga bernama Nurhayati mengaku kenaikan harga bahan pokok sangat terasa saat berbelanja kebutuhan rumah tangga.
Ia mengatakan sebelumnya uang Rp200 ribu masih cukup untuk kebutuhan dapur selama sepekan.
“Sekarang bawa Rp500 ribu juga belum cukup. Semoga ada solusi supaya harga kembali normal,”tandasnya.(*)
Berita Terkait: #Harga Sembako
| Harga Sembako di Bone Melonjak, Cabai dan Bawang Tembus Rp50 Ribu per Kilo |
|
|---|
| Minyakita Tembus Rp17 Ribu Per Liter di Bulukumba, Harga Bawang Merah dan Putih Turun |
|
|---|
| Daftar Sembako Hari Ini! Beras-Daging Stabil, Jagung-Keledai Naik, Cabai-Bawang Turun |
|
|---|
| Harga Sembako di Sinjai Stabil, Stok Aman Jelang Iduladha |
|
|---|
| Daftar Harga Sembako di Sinjai Jelang Ramadhan 2025 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260510-Bahan-Pokok-di-Bone.jpg)