Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dirut PDAM Bone Soroti Alih Fungsi Lahan dan Tambang Ilegal, Debit Air Terus Menurun

Meski demikian, Bachtiar menegaskan, persoalan utama yang dihadapi saat ini justru bukan semata faktor cuaca

Tayang:
Penulis: Wahdaniar | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Wahdaniar
EL NINO- Direktur Utama PDAM Bone, Bachtiar Sairing, Minggu (3/5/2026). Dirut PDAM Bone soroti alih fungsi lahan dan tambang ilegal, debit air terus menurun.  

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE — Menghadapi potensi fenomena El Nino Godzilla, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bone memastikan kondisi pasokan air bersih saat ini masih relatif aman.

Direktur Utama PDAM Bone, Bachtiar Sairing, mengungkapkan hal tersebut tidak lepas dari masih tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

“Untuk El Nino, saat ini kita masih terbantu karena hujan masih sering turun. Jadi debit air belum terlalu terdampak signifikan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (3/5/2026). 

Meski demikian, Bachtiar menegaskan, persoalan utama yang dihadapi saat ini justru bukan semata faktor cuaca, melainkan kerusakan lingkungan.

Menurutnya, alih fungsi lahan dan aktivitas tambang ilegal menjadi penyebab utama menurunnya debit air di sejumlah sumber mata air.

“Yang paling bermasalah sekarang ini bukan hanya cuaca, tapi kondisi lingkungan. Alih fungsi lahan dan tambang ilegal ini yang memperparah, karena sumber air kita tidak lagi punya resapan yang baik,” tegasnya.

Ia mencontohkan kondisi di wilayah Cinnong Kecamatan Ulaweng yang mengalami penurunan drastis produksi air akibat hilangnya kawasan hutan.

“Di Cinnong itu sudah tidak ada lagi hutan, hampir semua ditanami jagung. Akibatnya tidak ada resapan air, sehingga saat hujan air langsung mengalir tanpa tersimpan,” jelasnya.

Selain itu, sumber air di Wolangi Kecamatan Barebbo juga terdampak aktivitas tambang ilegal yang semakin memperparah kondisi.

“Dulu debit air bisa mencapai 100 liter per detik, sekarang hanya berkisar 30 hingga 40 liter per detik,” lanjutnya.

Dampak dari kondisi tersebut sempat dirasakan di sejumlah wilayah seperti Barobo dan Panyili yang mengalami penurunan distribusi air, bahkan hampir tidak berproduksi dalam beberapa waktu terakhir.

Namun, curah hujan yang meningkat dalam sepekan terakhir mulai membawa perbaikan.

“Alhamdulillah sekarang mulai membaik, debit air perlahan naik meski belum kembali normal,” katanya.

Bachtiar berharap seluruh pihak dapat berperan aktif dalam menjaga kawasan sumber air agar tidak semakin rusak.

“Kalau sumber air tidak dijaga, ke depan akan semakin sulit. Minimal kita bisa pertahankan agar tetap berproduksi,” tambahnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved