52 Kali Bolos, Ini Alasan SMAN 7 Bone Keluarkan Akbar
Jufri menegaskan, keputusan itu bukan diambil secara sepihak, melainkan melalui rapat bersama dewan guru.
“Menurut cerita Akbar, dia sering dimarahi. Bahkan ada oknum guru yang menyebut dia dengan kata-kata tidak pantas yakni sebutan 'anak siluman',” katanya.
Situasi tersebut membuat Akbar merasa tidak nyaman hingga terkadang enggan masuk sekolah.
"Jadi bukan teman-temannya yang bullyki, tapi gurunya," akuinya.
Hingga akhirnya, pihak sekolah disebut mengambil keputusan untuk mengeluarkan Akbar.
Saat ini, nenek Akbar telah berupaya mencari sekolah lain agar cucunya bisa melanjutkan pendidikan.
Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
“Sudah beberapa sekolah didatangi, tapi belum ada yang menerima. Katanya sulit juga dapat surat pindah,” jelasnya.
Di tengah kondisi tersebut, Akbar tetap berusaha membantu kebutuhan sehari-hari.
Sepulang sekolah, ia kerap mengamen di kawasan Pelabuhan Bajoe untuk mendapatkan uang jajan.
Akbar merupakan anak sulung dari tiga bersaudara yang kini hidup tanpa kedua orang tua.
Adiknya yang kedua masih duduk di bangku SMP, sementara yang bungsu masih berusia enam tahun.
Keluarga berharap ada perhatian dari pihak terkait agar Akbar bisa kembali melanjutkan pendidikan dan tidak kehilangan masa depannya.
Hingga berita ini diterbitkan, Tribun-timur.com masih berupaya menghubungi pihak sekolah terkait, namun belum mendapatkan respon.
| Dandim Bone Ajak Putra-Putri Daerah Daftar TNI: Jangan Percaya Calo |
|
|---|
| Bertahun-tahun Tanpa Diperhatikan, Kodim 1407 Bone Bangun Jembatan untuk Warga Awangpone |
|
|---|
| Bersih-bersih Stadion Lapatau Bone Sambut Porprov Sulsel 2026 |
|
|---|
| Siswa Yatim Piatu Diduga Korban Bullying Gurunya hingga Dikeluarkan dari Sekolah |
|
|---|
| Harga Bahan Baku Naik, Kafe di Bone Mulai Tertekan, Cup Plastik Tembus Rp1.000 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Potret-Kepala-SMAN-7-Bone-Jupri-Minggu-1942026.jpg)