52 Kali Bolos, Ini Alasan SMAN 7 Bone Keluarkan Akbar
Jufri menegaskan, keputusan itu bukan diambil secara sepihak, melainkan melalui rapat bersama dewan guru.
Dalam surat tersebut, yang bersangkutan menyatakan bersedia dikeluarkan dari UPT SMAN 7 Bone apabila tidak menunjukkan perubahan dalam mengikuti tata tertib sekolah.
“Sudah ada pernyataan yang ditandatangani bersama walinya, tapi anak tersebut tetap tidak berubah,” jelasnya.
"Karena tidak ada perubahan, pihak sekolah kemudian menggelar rapat dewan guru pada 7 April 2026. Dalam rapat tersebut diputuskan bahwa Akbar resmi dikeluarkan dari UPT SMAN 7 Bone,"sambungnya.
Terkait isu tidak diberikannya surat pindah, Jufri menegaskan bahwa pihak sekolah tidak pernah menerima permintaan resmi dari siswa maupun keluarganya.
“Tidak pernah datang di sini untuk minta surat pindah, jadi bagaimana caranya kita mau kasih,” tegasnya.
Menurutnya, surat pindah hanya dapat diberikan jika siswa telah memiliki rekomendasi dari sekolah tujuan.
“Surat pindah bisa di berikan jika ada rekomendasi dari sekolah yang siap menerima,” tandasnya.
Sebelumnya, seorang siswa yatim piatu di Kabupaten Bone, dikabarkan dikeluarkan dari sekolahnya saat masih duduk di bangku kelas 3 SMA.
Akbar sebelumnya bersekolah di SMAN 7 Lonrae.
Ia diketahui tinggal bersama neneknya di kawasan Pasar Bajoe.
Informasi tersebut disampaikan kerabat Akbar, Andi Lela, yang menceritakan kondisi yang dialami remaja tersebut.
Menurut Andi Lela, Akbar kerap terlambat masuk sekolah karena harus berjalan kaki dari rumahnya menuju sekolah.
“Dia jalan kaki dari Bajoe ke Lonrae. Kadang sampai di sekolah pukul 07.30 bahkan 08.00 pagi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (19/4/2026).
Kondisi itu membuat Akbar kerap tercatat terlambat dan dianggap tidak disiplin.
Selain itu, Akbar juga disebut sempat mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan dari oknum guru di sekolah.
| Dandim Bone Ajak Putra-Putri Daerah Daftar TNI: Jangan Percaya Calo |
|
|---|
| Bertahun-tahun Tanpa Diperhatikan, Kodim 1407 Bone Bangun Jembatan untuk Warga Awangpone |
|
|---|
| Bersih-bersih Stadion Lapatau Bone Sambut Porprov Sulsel 2026 |
|
|---|
| Siswa Yatim Piatu Diduga Korban Bullying Gurunya hingga Dikeluarkan dari Sekolah |
|
|---|
| Harga Bahan Baku Naik, Kafe di Bone Mulai Tertekan, Cup Plastik Tembus Rp1.000 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Potret-Kepala-SMAN-7-Bone-Jupri-Minggu-1942026.jpg)