WFH ASN
WFH ASN di Bone Tak Pengaruhi Antrean di SPBU Watangpone, Beda di Makassar
Harga Pertalite eceran yang sebelumnya Rp13 ribu per liter kini naik menjadi Rp15 ribu per liter.
TRIBUN-TIMUR.COM, BONE - Kebijakan pemerintah menerapkan Work From Home (WFH) setiap Jumat tak berdampak di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Beda di Makassar, antrean BBM di beberapa SPBU normal. Tak perlu antre lama.
WFH ASN untuk menekan pemakaian bahan bakar, khususnya pertalite.
Namun nyatanya, antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah SPBU di Kota Watampone, masih terjadi.
Pedangan eceran pun masih menaikkan harga.
SPBU masih melayani pengisian jeriken. Bahkan prioritas.
Harga Pertalite eceran yang sebelumnya Rp13 ribu per liter kini naik menjadi Rp15 ribu per liter.
Kenaikan harga ini terjadi merata di seluruh kecamatan di Kota Watampone, meliputi Kecamatan Tanete Riattang Barat, Tanete Riattang, dan Tanete Riattang Timur, khususnya pada penjualan BBM eceran.
Seorang pedagang eceran, Basri, mengungkapkan bahwa kenaikan harga dipicu oleh sulitnya mendapatkan BBM di SPBU akibat antrean yang mengular.
“Sussah ki dapat antrian di SPBU berjam-jam makanya dikasi naik i,” ujar Basri saat dikonfirmasi, Jumat (10/4/2026).
Saat ditemui, Basri nampak mengenakan baju warna abu-abu dengan celana pendek warna hitam sambil melayani pembeli yang datang.
Ia menjelaskan bahwa harga Pertalite di SPBU sebenarnya tidak mengalami kenaikan, namun waktu tunggu yang lama menjadi kendala utama.
“Kalau di SPBU tidak naik ji harganya. Tapi konsekuensinya itu lamaki antre,” jelasnya.
Basri juga menyebut antrean panjang sering kali membuat pasokan BBM cepat habis sebelum semua antrean terlayani.
“Bahkan biasa giliranta mengisi bensin habismi,” ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ANTREAN-BBM-Potret-antrean-kendaraan-di-SPBU-jalan-Agussalim.jpg)