BBM Langka di Sulsel
BBM Masih Langka di Bone, Harga Eceran di Sibulue Tembus Rp15 Ribu per Liter
Kelangkaan BBM di SPBU menjadi salah satu penyebab utama naiknya harga bensin eceran di tingkat pengecer.
TRIBUN-TIMUR.COM, BONE- Sejumlah petani di Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, mengeluhkan melonjaknya harga bensin eceran mencapai Rp15 ribu per liter.
Kenaikan dirasakan dalam beberapa hari terakhir. Dinilai cukup memberatkan, terutama bagi petani yang bergantung pada BBM untuk aktivitas sehari-hari.
Sebelumnya, harga bensin eceran di wilayah tersebut masih berada di kisaran Rp12 ribu per liter.
Seorang petani di Sibulue, Nahar (39) mengaku terpaksa membeli bensin dengan harga lebih tinggi karena sulitnya mendapatkan BBM di SPBU.
“Sekarang sudah Rp15 ribu perliter, padahal sebelumnya hanya Rp12 ribu. Terpaksa beli karena butuh untuk ke kebun,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (5/4/2026).
Menurutnya, kenaikan harga ini sangat berdampak pada biaya operasional, terutama untuk transportasi menuju lahan pertanian.
Ia juga menyebut, kondisi ini sudah berlangsung selama beberapa hari terakhir.
Kelangkaan BBM di SPBU menjadi salah satu penyebab utama naiknya harga bensin eceran di tingkat pengecer.
Warga harus mengantre berjam-jam untuk mendapatkan BBM, bahkan tidak sedikit yang kehabisan stok saat tiba di SPBU.
“Sering sekali sudah antre lama, tapi pas giliran malah habis,” keluh warga lainnya, Riana (30) .
Menurutnya, situasi ini dimanfaatkan oleh sejumlah penjual eceran yang menjual BBM dengan harga lebih tinggi dari biasanya.
Meski demikian, warga mengaku tidak memiliki banyak pilihan selain membeli dengan harga tersebut.
Para petani berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah untuk mengatasi kelangkaan BBM tersebut.
Mereka juga meminta agar distribusi BBM di wilayah Kabupaten Bone bisa kembali normal seperti sebelumnya.
“Harapannya stok BBM kembali lancar supaya harga eceran juga bisa turun lagi,” tandasnya.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan ketersediaan BBM di wilayah Kabupaten Maros dalam kondisi aman dan terjaga.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyampaikan, antrean yang terjadi merupakan dampak dari meningkatnya kebutuhan BBM seiring tingginya mobilitas masyarakat pada periode arus balik, khususnya dari wilayah Toraja yang melintas menuju Enrekang dan Makassar.
“Peningkatan volume kendaraan dari arus balik, termasuk pergerakan masyarakat dari Toraja yang melintasi jalur Maros, berdampak langsung pada lonjakan kebutuhan BBM di SPBU. Kondisi ini mendorong antrean lebih panjang dari biasanya, terutama di titik-titik dengan trafik tinggi,” jelas Lilik.
Ia menambahkan, distribusi energi tetap berjalan dengan pengawasan intensif dan dukungan koordinasi lintas sektor untuk menjaga kelancaran pelayanan kepada masyarakat.
“Pertamina bersama pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan pengelola SPBU terus memperkuat pengaturan di lapangan, termasuk penempatan marshall SPBU untuk membantu mengatur antrean agar tetap tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas,” lanjutnya.
Sementara itu, Sales Branch Manager Sulsel II Fuel, Muhammad Ridho Hasbullah, menegaskan bahwa secara umum stok BBM di wilayah Maros berada dalam kondisi mencukupi dan terus disalurkan sesuai kebutuhan.
“Penyaluran BBM berjalan normal dan kami memastikan pasokan tetap tersedia. Dinamika antrean yang terjadi lebih disebabkan oleh peningkatan demand selama arus balik. Kami juga telah mengoptimalkan suplai serta mempercepat distribusi ke SPBU untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan di lapangan,” terang Ridho.
Pertamina juga mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan melakukan pembelian BBM secara bijak sesuai kebutuhan.
Pola konsumsi yang wajar akan membantu menjaga distribusi tetap merata dan menghindari kepadatan yang tidak perlu di SPBU.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk melakukan pengisian BBM di lembaga penyalur resmi guna mendapatkan produk dengan kualitas terjamin dan harga sesuai ketentuan.
Apabila menemukan kendala layanan atau indikasi pelanggaran di lapangan, masyarakat dapat segera melaporkan melalui Pertamina Call Center (PCC) 135 sebagai saluran resmi pengaduan.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi akan terus memperkuat monitoring, memastikan distribusi berjalan optimal, serta mengambil langkah cepat di lapangan guna menjaga akses energi bagi masyarakat tetap lancar dan terkendali.(*)
| Pertamina Janji Telusuri Maraknya Pembelian BBM di SPBU Parepare Modus Modifikasi Tangki |
|
|---|
| Nelayan di Palopo Tak Terdampak Kelangkaan BBM Berkat Surat Rekomendasi Pemkot |
|
|---|
| UMKM Meradang! Biaya Operasional Naik 10 Persen Imbas BBM Langka |
|
|---|
| Pertamina Pastikan Stok BBM di Bulukumba Aman, Minta Warga Jangan Panic Buying |
|
|---|
| 11 SPBU di Bulukumba Kehabisan Partalite Pukul 17.00 Wita, Warga Desak Pertamina Normalkan Kuota |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/BBM-LANGKA-Potret-antrian-kendaraan-di-SPBU-Kecamatan-Tanete.jpg)