Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Nelayan Bone Khawatir Stok Solar Menipis Imbas Konflik Amerika–Iran

Sejumlah nelayan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan mulai khawatir terhadap ketersediaan bahan bakar jenis solar

Tayang:
Penulis: Wahdaniar | Editor: Muh Hasim Arfah
Tribun-timur.com/Wahdaniar
PERANG AS-IRAN- Potret antrian bahan bakar di salah satu Stasiun Pengisian bahan bakar umum (SPBU) di jalan Jendral Ahamad Yani (11/3/2026). Nelayan di Kabupaten Bone khawatir stok solar menipis imbas konflik Amerika–Iran. 

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE – Sejumlah nelayan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan mulai khawatir terhadap ketersediaan bahan bakar jenis solar untuk melaut.

Kekhawatiran tersebut muncul menyusul konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Kondisi tersebut dikhawatirkan ikut berdampak pada distribusi maupun ketersediaan bahan bakar di berbagai daerah, termasuk di wilayah pesisir Kabupaten Bone.

Salah seorang nelayan di Pelabuhan Bajoe, Samsul (42) mengaku mulai khawatir jika konflik tersebut terus berlanjut.

Menurutnya, solar merupakan kebutuhan utama bagi nelayan untuk melaut setiap hari.

“Kalau solar sampai langka atau harganya naik, tentu kami yang paling terasa dampaknya. Nelayan sangat bergantung pada solar untuk pergi melaut,” ujarnya, Rabu (11/3/2026).

Baca juga: Aktifkan Satgas, Pertamina Pastikan Kelancaran Penyaluran BBM dan LPG di Sulawesi

Ia berharap pemerintah dapat memastikan pasokan bahan bakar bagi nelayan tetap tersedia sehingga aktivitas melaut tidak terganggu.

“Kami berharap stok solar tetap aman. Kalau sampai sulit didapat, banyak nelayan bisa tidak melaut,” katanya.

Rahman (38) yang juga beraktivitas di wilayah pesisir Bone.

Ia mengatakan sebagian nelayan mulai membicarakan kemungkinan dampak konflik internasional terhadap ketersediaan BBM.

“Sekarang ini memang masih ada solar, tapi kami tetap khawatir kalau konflik di luar negeri terus berlanjut. Biasanya kalau minyak dunia naik, dampaknya sampai juga ke sini,” ujarnya.

Rahman berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas distribusi bahan bakar, khususnya bagi nelayan kecil yang sangat bergantung pada solar untuk operasional perahu.

“Kami hanya berharap solar tetap tersedia dan harganya tidak terlalu naik supaya nelayan masih bisa melaut mencari ikan,” katanya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved