Siap Tampung 270 Siswa, Pemkab Bone Sosialisasikan Sekolah Rakyat
Sosialisasi menghadirkan narasumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Sosial Republik Indonesia, serta Kepala Sekolah Rakyat 61 Bone
Penulis: Wahdaniar | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, BONE — Pemerintah Kabupaten Bone menggelar sosialisasi penjangkauan calon peserta didik Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027 di Gedung PKK Watampone, Jalan Jendral Ahmad Yani, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Senin (25/5/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah awal untuk memastikan program pendidikan gratis yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu dan miskin ekstrem dapat berjalan tepat sasaran.
Sosialisasi menghadirkan narasumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Sosial Republik Indonesia, serta Kepala Sekolah Rakyat 61 Bone.
Kegiatan ini diikuti unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), hingga berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan dan sosial.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bone, H Jemmy, mengatakan proses penjaringan calon peserta didik akan dilakukan berdasarkan data sosial ekonomi masyarakat.
Menurutnya, Sekolah Rakyat harus benar-benar menjangkau anak-anak dari keluarga prasejahtera, khususnya yang berada di wilayah pelosok desa.
"Kami akan terus melakukan pendampingan dan pengawasan dalam proses penjaringan calon peserta didik agar program Sekolah Rakyat benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan," ujarnya.
Ia menambahkan, koordinasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam menyukseskan program tersebut, terutama dalam proses validasi data masyarakat miskin ekstrem dan keluarga kurang mampu di seluruh wilayah Kabupaten Bone.
"Program ini sangat baik karena menyentuh langsung masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan akses pendidikan. Kami ingin memastikan seluruh proses berjalan transparan, tepat sasaran, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," katanya.
Sementara itu, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman mengungkapkan sebanyak 270 siswa direncanakan akan diterima di Sekolah Rakyat pada tahun ajaran mendatang.
Ia menegaskan program tersebut dihadirkan untuk membantu masyarakat miskin yang selama ini mengalami keterbatasan dalam mengakses pendidikan.
"Sebanyak 270 siswa akan diterima tahun depan. Kami ingin Sekolah Rakyat ini menyentuh masyarakat di pelosok desa. Karena itu dilakukan pendataan dan penyisiran agar diketahui siapa yang benar-benar layak mendapatkan pendidikan di Sekolah Rakyat," ujarnya.
Andi Asman menegaskan tidak boleh ada lagi anak di Kabupaten Bone yang putus sekolah hanya karena terkendala biaya pendidikan.
"Tidak boleh ada lagi siswa yang tidak sekolah karena alasan biaya. Sekolah Rakyat ini dibangun untuk masyarakat kurang mampu. Gratis dan diperuntukkan bagi masyarakat miskin ekstrem maupun miskin," tegasnya.
Ia juga mengungkapkan perjuangan menghadirkan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bone tidaklah mudah.
| Perempuan Lansia Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Dua Boccoe Bone, Keluarga Tolak Autopsi |
|
|---|
| Warga Bone Mengaku Jadi Korban Penyalahgunaan Barcode BBM, Sudah Terjadi 2 Kali |
|
|---|
| Di Era Kepemimpinan Daeng Manye, Pendidikan Anak Kurang Mampu Jadi Prioritas Utama Takalar |
|
|---|
| Inilah 5 Siswi Asal Sulsel Calon Penerus Aliah Sakira Paskibraka 2026: 3 Makassar, Bone, dan Gowa |
|
|---|
| Kronologi Kecelakaan Tiga Kendaraan di Bone, Berawal dari Upaya Mendahului Kendaraan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Asman-Sulaiman.jpg)