Perempuan Lansia Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Dua Boccoe Bone, Keluarga Tolak Autopsi
Korban diketahui bernama Murni (62), seorang ibu rumah tangga yang tinggal seorang diri di rumahnya di Jalan Berdikari
Penulis: Wahdaniar | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, BONE – Warga Jalan Berdikari, Dusun III, Desa Uloe, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, digegerkan dengan penemuan seorang perempuan lanjut usia yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya, Senin (25/5/2026).
Korban diketahui bernama Murni (62), seorang ibu rumah tangga yang tinggal seorang diri di rumahnya di Jalan Berdikari, Dusun III, Desa Uloe.
Korban pertama kali ditemukan oleh tetangganya, Ardi Wiranata (32),
Saat itu, Ardi datang ke rumah korban untuk mengantarkan makanan makan malam.
Namun setibanya di rumah korban, ia mendapati Murni sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
"Pak Ardi datang membawakan makanan untuk korban. Saat masuk ke rumah, korban sudah ditemukan meninggal dunia," ujar Ardi saat dikonfirmasi.
Mengetahui kejadian tersebut, Ardi kemudian menghubungi Sekretaris Desa Uloe yang selanjutnya melaporkan peristiwa itu ke Polsek Dua Boccoe.
Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung menuju lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan Tim Identifikasi (Inafis) Satreskrim Polres Bone untuk melakukan pemeriksaan.
Kasi Humas Polres Bone, Iptu Rayendra, membenarkan adanya penemuan mayat perempuan di Desa Uloe tersebut.
Menurutnya, hasil pemeriksaan tim identifikasi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Dari hasil identifikasi yang dilakukan Tim Inafis Satreskrim Polres Bone, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," kata Iptu Rayendra saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, korban diketahui telah lama menderita kanker payudara kronis.
Penyakit yang diderita korban bahkan disebut telah dalam kondisi parah hingga menimbulkan bau tidak sedap.
"Korban diketahui mengidap kanker payudara menahun. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan indikasi tindak pidana," ujarnya.
Pihak kepolisian kemudian menghubungi keluarga korban untuk membahas langkah penanganan lebih lanjut.
Namun keluarga menolak dilakukan autopsi dan memilih menyerahkan proses pemakaman kepada Pemerintah Desa Uloe.
Jenazah korban selanjutnya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tippolo, Desa Uloe.
Polisi memastikan proses penanganan telah dilakukan sesuai prosedur dan peristiwa tersebut tidak ditemukan adanya unsur kekerasan maupun dugaan tindak pidana.
| Warga Bone Mengaku Jadi Korban Penyalahgunaan Barcode BBM, Sudah Terjadi 2 Kali |
|
|---|
| Inilah 5 Siswi Asal Sulsel Calon Penerus Aliah Sakira Paskibraka 2026: 3 Makassar, Bone, dan Gowa |
|
|---|
| Kronologi Kecelakaan Tiga Kendaraan di Bone, Berawal dari Upaya Mendahului Kendaraan |
|
|---|
| Tabrakan Beruntun di Tellu Siattinge Bone, Pick Up Oleng Hantam 2 Kendaraan |
|
|---|
| Kronologi dan Motif Pengeroyokan Kakek NU di Bone, Lima Pelaku Ditahan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Potret-tim-kepolisian-saat-melakukan-olah-TKP.jpg)