Ramadan 2026
Cerita Anto, Penjual Sirup DHT di Bone, 3 Tahun Bertahan Andalkan Ramadan
Ramadhan jadi momentum berkah bagi pedagang musiman. Anto di Bone kembali menjual sirup DHT ukuran dua liter seharga Rp130 ribu per botol.
Penulis: Wahdaniar | Editor: Sukmawati Ibrahim
Ringkasan Berita:
- Antosyambani Adam atau Anto kembali berjualan sirup DHT selama Ramadhan di Jalan Mesjid, Kecamatan Tanete Riattang, Bone.
- Sudah tiga tahun ia memanfaatkan momen puasa untuk mencari tambahan penghasilan. Sirup ukuran dua liter dijual Rp130 ribu per botol.
- Dalam sehari, Anto mampu menjual dua hingga empat botol, terutama ramai menjelang waktu berbuka.
TRIBUN-TIMUR.COM, BONE - Ramadhan menjadi momentum berkah bagi pedagang musiman di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Salah satunya Antosyambani Adam, penjual sirup DHT yang kembali berjualan selama bulan suci.
Anto, sapaan akrabnya, mengaku tahun ini menjadi kali ketiga dirinya menjual sirup DHT saat Ramadhan.
“Setiap Ramadhan saya coba peruntungan, alhamdulillah selalu ada rezekinya,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).
Ia menjual sirup DHT ukuran dua liter seharga Rp130 ribu per botol.
Meski tergolong premium, pembeli tetap berdatangan, terutama menjelang waktu berbuka puasa.
Tahun ini Anto memilih berjualan di jalur dua, tepatnya di Jalan Mesjid depan Tanah Bangkalae, samping Toko Senang, Kecamatan Tanete Riattang.
Dari pantauan di lokasi, lapaknya berada di tepi jalan yang ramai dilalui warga saat sore hari.
Ia membuka lapak sejak siang hingga menjelang berbuka.
Menurutnya, waktu paling ramai biasanya mulai pukul 16.00 Wita ke atas.
“Biasanya ramai sekitar jam empat ke atas, orang sudah mulai cari minuman buka puasa,” katanya.
Dalam sehari, Anto mampu menjual dua hingga empat botol sirup.
“Tidak banyak, tapi lumayan buat tambahan selama puasa,” tuturnya.
Ia mengakui usaha musiman ini tidak selalu ramai di luar Ramadhan.
“Kalau bukan Ramadhan, tidak terlalu laku. Jadi saya manfaatkan betul momen ini,” ujarnya.
Bagi Anto, berjualan saat Ramadhan bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi juga bagian dari ikhtiar memenuhi kebutuhan keluarga.
Ia berharap penjualan terus meningkat hingga akhir Ramadhan.
“Saya cuma mau dagangan yang saya jual bermanfaat buat orang, sekaligus jadi rezeki untuk keluarga,” katanya.
Sosok Anto juga mudah dikenali karena rambut gondrongnya yang menjadi ciri khas.
“Banyak orang bilang gampang cari saya karena rambut gondrong ini. Ya sudah, saya jadikan ciri saja,” ujarnya sambil tertawa.
Sebagian pembeli mengaku sengaja datang karena mengenal Anto sebagai penjual yang ramah dan jujur.
Dengan wajah penuh harap, Anto ingin tetap konsisten menjaga kualitas dan pelayanan.
“Yang penting halal dan bisa menambah penghasilan,” ujarnya. (*)
| Harga Kebutuhan Pokok di Gowa Stabil, Cabai Rawit dan Ayam Naik |
|
|---|
| Ada Dapat Diskon dan Tidak: Cerita Penumpang Bandara Sultan Hasanuddin Soal Tiket Jelang Lebaran |
|
|---|
| Baznas Wajo Terima Zakat Mal Rp100 Juta, Fidyah Rp15 Juta hingga 26 Ramadan |
|
|---|
| ASN Luwu Boleh WFA 16-17 Maret dan 25-27 Maret, Maksimal Sepertiga Pegawai |
|
|---|
| Tarawih Tetap Ramai, Tapi Celengan Masjid Al Markaz Maros Menurun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-4-maret-dht.jpg)