Cuaca Ekstrem
BPBD Bone Tetapkan 12 Kecamatan Berstatus Rawan Banjir hingga Longsor
Menurut Fajar, pemetaan wilayah mengacu pada dokumen Kajian Risiko Bencana.
Tayang:
Penulis: Wahdaniar | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Wahdaniar
MUSIM HUJAN- Potret Kantor BPBD Bone yang berlokasi di Kelurahan Macanang Kecamatan Tanete Riattang Barat (24/2/2026). BPBD Bone tetapkan 12 Kecamatan berstatus rawan bencana Hidrometeorologi
Salah satu warga Dua Boccoe, Amir (47), mengatakan hujan deras selalu membuat keluarganya siaga memindahkan barang ke tempat lebih tinggi.
“Air bisa naik tiba-tiba, kadang tengah malam. Kami sudah terbiasa, tapi tetap was-was kalau hujan tidak berhenti,” ucapnya.
Dirinya juga menyebut banjir sering melumpuhkan aktivitas.
“Kalau air naik, anak-anak tidak bisa sekolah. Jalanan terputus karena air tinggi,” katanya.(*)
Berita Terkait: #Cuaca Ekstrem
| Pinrang Diprediksi Terdampak Kekeringan Ekstrem, Waspada Kekurangan Air dan Serangan Hama |
|
|---|
| Siswa Makassar Belajar Online, Gowa Banjir, Wisata Bantimurung Maros Ditutup |
|
|---|
| Cuaca Ekstrem Landa Sulsel hingga 1 Maret: Waspada Banjir, Longsor dan Angin Kencang |
|
|---|
| Daftar Wilayah Terdampak Hujan Lebat 24 Februari–1 Maret, Maros, Makassar, Gowa Siaga Banjir |
|
|---|
| Sulsel Potensi Cuaca Ekstrem Jelang Imlek, BMKG Pantau Tiga Bibit Siklon |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/MUSIM-HUJAN-Potret-Kantor-BPBD-Bone.jpg)