Cuaca Ekstrem
BPBD Bone Tetapkan 12 Kecamatan Berstatus Rawan Banjir hingga Longsor
Menurut Fajar, pemetaan wilayah mengacu pada dokumen Kajian Risiko Bencana.
Penulis: Wahdaniar | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, BONE – Memasuki musim penghujan yang mulai intens sejak akhir Februari 2026, BPBD Bone kembali menetapkan sejumlah wilayah berstatus rawan bencana hidrometeorologi.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Bone, Muhammad Nur Fajar saat dikonfirmasi Tribun-Timur.com, via telfon Selasa (24/2/2026).
Menurut Fajar, pemetaan wilayah mengacu pada dokumen Kajian Risiko Bencana.
Hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Bone saat ini berada pada tingkat siaga selama musim hujan.
“Untuk pemetaan, kami masih mengacu pada dokumen Kajian Risiko Bencana. Hampir semua kecamatan di Bone masuk kategori siaga saat musim hujan tahun ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, untuk risiko tanah longsor masih ada dua kecamatan yang masuk kategori rawan, yakni Kecamatan Tellulimpoe dan Kecamatan Bontocani.
“Dua wilayah ini memang secara kontur dan riwayat kejadian masih memiliki potensi longsor yang cukup tinggi,” katanya.
Sementara itu, risiko banjir lebih meluas. BPBD mencatat sedikitnya ada 12 kecamatan yang kerap terdampak setiap musim penghujan.
Wilayah tersebut yakni Kecamatan Dua Boccoe, Kecamatan Ajangale, Kecamatan Sibulue, dan Kecamatan Mare.
Kemudian Kecamatan Kajuara, Kecamatan Tellulimpoe, Kecamatan Awangpone, dan Kecamatan Tellusiattingnge.
Wilayah lain yang juga berisiko adalah Kecamatan Cenrana, Kecamatan Barebbo, Kecamatan Ulaweng, serta beberapa titik permukiman di sekitarnya.
Fajar menyebut pihaknya telah menyiagakan tim lapangan untuk melakukan pemantauan rutin.
“Kami terus memonitor kondisi hujan harian dan siap melakukan tindakan cepat jika ada laporan peningkatan debit air atau pergerakan tanah,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Sementara warga di daerah rawan pun mengungkapkan kekhawatirannya.
Salah satu warga Dua Boccoe, Amir (47), mengatakan hujan deras selalu membuat keluarganya siaga memindahkan barang ke tempat lebih tinggi.
“Air bisa naik tiba-tiba, kadang tengah malam. Kami sudah terbiasa, tapi tetap was-was kalau hujan tidak berhenti,” ucapnya.
Dirinya juga menyebut banjir sering melumpuhkan aktivitas.
“Kalau air naik, anak-anak tidak bisa sekolah. Jalanan terputus karena air tinggi,” katanya.(*)
| Pinrang Diprediksi Terdampak Kekeringan Ekstrem, Waspada Kekurangan Air dan Serangan Hama |
|
|---|
| Siswa Makassar Belajar Online, Gowa Banjir, Wisata Bantimurung Maros Ditutup |
|
|---|
| Cuaca Ekstrem Landa Sulsel hingga 1 Maret: Waspada Banjir, Longsor dan Angin Kencang |
|
|---|
| Daftar Wilayah Terdampak Hujan Lebat 24 Februari–1 Maret, Maros, Makassar, Gowa Siaga Banjir |
|
|---|
| Sulsel Potensi Cuaca Ekstrem Jelang Imlek, BMKG Pantau Tiga Bibit Siklon |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/MUSIM-HUJAN-Potret-Kantor-BPBD-Bone.jpg)