Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Target Serapan Bulog Bone 2026 Naik, Panen Raya Jadi Andalan

Bulog Bone menargetkan serapan 58.360 ton beras pada 2026. Panen raya Maret–Mei jadi momentum utama serap gabah petani.

Penulis: Wahdaniar | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun-timur.com/Wahdaniar
BULOG BONE - Petani dan tim dari Bulog Bone, Sulsel, di Kecamatan Mare beberapa waktu lalu. Target serapan Bulog Bone 2026 capai 58.360 ton beras. 
Ringkasan Berita:
  • Perum Bulog Cabang Bone menaikkan target serapan gabah setara beras tahun 2026 menjadi 58.360 ton, meningkat dibanding tahun sebelumnya. 
  • Target tersebut ditopang proyeksi panen raya Maret-Mei, khususnya dari kawasan Bone Selatan seperti Mare dan Tonra. 
  • Bulog tetap mengacu pada HPP Rp6.500 per kilogram dan menyiapkan dukungan tim jemput gabah serta antisipasi kapasitas gudang.

 

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE - Perum Bulog Cabang Bone mematok target serapan gabah setara beras sebesar 58.360 ton sepanjang tahun 2026.

Target ini melonjak signifikan dibandingkan realisasi serapan tahun 2025 yang berada di angka 36.180 ton.

Kenaikan target tersebut sejalan dengan proyeksi panen raya yang diperkirakan berlangsung Maret hingga Mei 2026.

Produksi gabah petani diprediksi meningkat di sejumlah sentra pertanian Kabupaten Bone.

Pimpinan Cabang (Pinca) Bulog Bone, Andi Iskandar Zulkarnaeng, mengatakan momentum panen raya menjadi faktor utama dalam penetapan target serapan tahun ini.

“Target panen raya berada di antara bulan Maret sampai Mei. Pada periode itu potensi serapan gabah cukup besar,” ujar Andi Iskandar Zulkarnaen pada Tribun-Timur.com, Selasa (27/1/2026).

Ia menegaskan Bulog Bone telah menyiapkan langkah-langkah teknis guna memastikan hasil panen petani dapat terserap optimal sesuai ketentuan yang berlaku.

Saat ditemui, Andi Iskandar tampak mengenakan kemeja putih, celana hitam, dan kacamata.

Ia menjelaskan kesiapan Bulog Bone dalam menyerap gabah petani sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan mendukung swasembada pangan.

Menurutnya, wilayah dengan kontribusi serapan gabah terbesar di Kabupaten Bone masih didominasi kawasan Bone Selatan, khususnya Kecamatan Mare dan Kecamatan Tonra, yang selama ini dikenal sebagai lumbung padi daerah tersebut.

Dalam proses pembelian, Bulog Bone tetap mengacu pada Harga Pokok Pembelian (HPP) gabah yang ditetapkan pemerintah, yakni:

-Rp6.500 per kilogram di tingkat petani

-Kelompok tani (poktan), maupun gabungan kelompok tani (gapoktan).

Selain itu, Bulog Bone menegaskan penyerapan gabah dilakukan terhadap hasil panen yang telah memasuki usia panen sesuai ketentuan, guna menjaga kualitas gabah yang diserap.

“Saat ini Bulog membeli hasil panen petani yang telah memasuki usia panen sesuai ketentuan pemerintah, sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas dan mendukung swasembada pangan,” jelasnya.

Untuk mengoptimalkan serapan gabah di lapangan, Bulog Bone juga mengharapkan dukungan dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) serta unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas agar turun langsung mendampingi petani melalui Tim Jemput Gabah.

Pendampingan tersebut dinilai penting agar proses panen, penimbangan, hingga penjualan gabah ke Bulog berjalan lancar dan sesuai prosedur.

Sementara itu, terkait kapasitas penyimpanan, Manager and Supply Chain Bulog Bone, Andi Ishak, menyebut kondisi gudang Bulog Bone saat ini masih dalam batas aman.

Namun demikian, pihaknya tetap melakukan langkah antisipasi dengan menyiapkan alternatif tambahan melalui kerja sama pemanfaatan gudang lain, terutama menjelang puncak panen.

“Gudang kita masih aman, tetapi kami tetap mengantisipasi puncak panen dengan menyiapkan tambahan gudang,” tandasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved