Dulu Disita Ponselnya, Kini jadi Pro Player Alter Ego: Kisah Mahasiswa Unhas dari Bone
Di balik pencapaian tersebut, tersimpan kisah panjang penuh dinamika antara anak dan orangtua.
TRIBUN-TIMUR.COM, BONE — Dunia esports nasional kini menggaet salah satu mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) sebagai bagian dari tim profesional.
Ia adalah Andi Muhammad Affan Wahyudi, pro player dari tim esports ternama Alter Ego, yang dikenal dengan nickname Yazuke.
Di balik pencapaian tersebut, tersimpan kisah panjang penuh dinamika antara anak dan orangtua.
Ayah Affan, Andi Wahyudi Taqwa, menceritakan perjalanan sang anak dengan nada haru saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (22/1/2026).
Saat ditemui, Camat Tanete Riattang, Kabupaten Bone itu tampak berkaca-kaca, namun penuh semangat mengenang proses panjang Affan hingga berada di titik sekarang.
Ia mengaku awalnya sama sekali tidak mendukung kebiasaan anaknya bermain game.
“Dari kecil memang saya sering lihat dia main gim, tapi saya pikir itu hanya gim biasa. Saya termasuk orangtua yang tidak setuju jika anak-anak yang masih sekolah terlalu sering bermain gim,” ujarnya.
Bahkan, Affan kerap dimarahi dan ponselnya beberapa kali disita karena dianggap terlalu fokus bermain gim.
Pandangan tersebut mulai berubah ketika Andi Wahyudi menerima telepon dari Ketua Esports Indonesia (ESI) Kabupaten Bone saat Affan masih duduk di bangku SMA kelas XI.
“Saya sampai bilang, ‘Ah, salah sambung telepon ini.’ Tapi ternyata benar, Affan terpilih menjadi atlet esports Kabupaten Bone dan mewakili Bone di ajang Porprov Sulawesi Selatan di Bantaeng,” kenangnya.
Sejak saat itu, dukungan perlahan mulai diberikan.
Andi Wahyudi bersama istrinya bahkan mengantar langsung Affan ke Bantaeng untuk mengikuti pertandingan.
Menurutnya, rasa bangga sebagai orang tua mulai tumbuh ketika melihat anaknya berprestasi dan membawa nama daerah.
“Kalau sudah membawa nama Kabupaten Bone, itu kebanggaan. Dari situ saya mulai berpikir, mungkin ini memang jalannya,” ucapnya.
Perjalanan Affan terus berlanjut hingga ia diterima sebagai mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin.
Meski berada jauh dari pengawasan orang tua saat kuliah di Makassar, Andi Wahyudi mengaku tetap melakukan kontrol ketat, terutama melalui prestasi akademik.
“Saya kontrol lewat IPK-nya. Alhamdulillah selalu di atas 3,8. Artinya, gim itu tidak merusak, malah seimbang dengan akademiknya,” jelasnya.
Puncak perhatian datang ketika Affan mewakili Universitas Hasanuddin dalam kompetisi esports tingkat mahasiswa di Universitas Pancasila, Jakarta, dan berhasil meraih juara pertama.
Dari ajang tersebut, Affan mulai dilirik klub-klub besar hingga akhirnya bergabung dengan Alter Ego sebagai pro player.
Saat ini, Affan mengambil cuti kuliah di semester enam demi fokus menekuni karier profesionalnya.
Meski awalnya berat, Andi Wahyudi mengaku kini memberikan dukungan penuh.
“Sekarang harus didukung, karena ini hal positif dan berprestasi. Dia mengharumkan nama bangsa dan kampung halaman. Digaji tiap bulan, bahkan hampir mengalahkan gaji saya setelah puluhan tahun jadi PNS,” tuturnya sambil tersenyum.
Sebagai bentuk dukungan moral, Andi Wahyudi kerap meluangkan waktu khusus untuk menonton pertandingan penting anaknya. Bahkan, tak jarang ia meminta izin atau cuti kerja demi hadir langsung di laga-laga krusial.
“Kalau ditonton orang tuanya, apalagi ibunya, semangatnya beda. Itu yang selalu kami jaga,” katanya. (*)
| Jamaah Asal Bone Kaget Diminta Bayar Tambahan Rp10 Juta Usai Pelunasan Haji |
|
|---|
| WFH ASN di Bone Tak Pengaruhi Antrean di SPBU Watangpone, Beda di Makassar |
|
|---|
| Kronologi Ibu Pengantin Tewas Tertimpa Pohon saat Pesta Nikah di Bone, Mempelai Selamat |
|
|---|
| Harga Sembako di Pasar Sentral Palakka Bone Belum Stabil, Pembeli Keluhkan Semua Serba Mahal |
|
|---|
| Unhas Sudah Tetapkan Jadwal WFH, Kuliah Cuma 4 Hari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/GAME-Potret-foto-bersama-Affan-bersama-dengan-kedua.jpg)