Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dulu Disita Ponselnya, Kini jadi Pro Player Alter Ego: Kisah Mahasiswa Unhas dari Bone

Di balik pencapaian tersebut, tersimpan kisah panjang penuh dinamika antara anak dan orangtua.

Penulis: Wahdaniar | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
GAME- Potret foto bersama Affan bersama dengan kedua orang tuanya sebelum pertandingan di Jakarta beberapa waktu lalu. Awalnya dilarang main game, kini anak Camat Tanete Riattang Bone jadi Pro Player Nasional. 

Meski berada jauh dari pengawasan orang tua saat kuliah di Makassar, Andi Wahyudi mengaku tetap melakukan kontrol ketat, terutama melalui prestasi akademik.

“Saya kontrol lewat IPK-nya. Alhamdulillah selalu di atas 3,8. Artinya, gim itu tidak merusak, malah seimbang dengan akademiknya,” jelasnya.

Puncak perhatian datang ketika Affan mewakili Universitas Hasanuddin dalam kompetisi esports tingkat mahasiswa di Universitas Pancasila, Jakarta, dan berhasil meraih juara pertama.

Dari ajang tersebut, Affan mulai dilirik klub-klub besar hingga akhirnya bergabung dengan Alter Ego sebagai pro player.

Saat ini, Affan mengambil cuti kuliah di semester enam demi fokus menekuni karier profesionalnya.

Meski awalnya berat, Andi Wahyudi mengaku kini memberikan dukungan penuh.

“Sekarang harus didukung, karena ini hal positif dan berprestasi. Dia mengharumkan nama bangsa dan kampung halaman. Digaji tiap bulan, bahkan hampir mengalahkan gaji saya setelah puluhan tahun jadi PNS,” tuturnya sambil tersenyum.

Sebagai bentuk dukungan moral, Andi Wahyudi kerap meluangkan waktu khusus untuk menonton pertandingan penting anaknya. Bahkan, tak jarang ia meminta izin atau cuti kerja demi hadir langsung di laga-laga krusial.

“Kalau ditonton orang tuanya, apalagi ibunya, semangatnya beda. Itu yang selalu kami jaga,” katanya. (*)

 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved