Warga Puas Pelayanan RSUD Regional La Mappapenning Bone, Minta Fasilitas Terus Dibenahi
RSUD Regional La Mappapenning melayani pasien rujukan dari sejumlah daerah, seperti Kabupaten Bone, Maros, Wajo, Soppeng, hingga Sinjai.
Ringkasan Berita:
- Rumah sakit yang berlokasi di Desa Masengka, Kecamatan Ponre ini hadir dengan status Rumah Sakit Tipe C dan dilengkapi layanan spesialis lengkap, mulai dari penyakit dalam, bedah, anak, kebidanan dan kandungan (Obgyn), mata, THT, hingga saraf.
- Selain layanan dokter spesialis, RSUD Regional La Mappapenning juga ditunjang peralatan medis modern, salah satunya CT Scan 128 slice yang mendukung proses diagnosis secara cepat dan akurat.
TRIBUN-TIMUR.COM, BONE – RSUD Regional La Mappapenning terus mendapat respons positif dari masyarakat sejak resmi beroperasi sebagai rumah sakit rujukan milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Bone.
Rumah sakit yang berlokasi di Desa Masengka, Kecamatan Ponre ini hadir dengan status Rumah Sakit Tipe C dan dilengkapi layanan spesialis lengkap, mulai dari penyakit dalam, bedah, anak, kebidanan dan kandungan (Obgyn), mata, THT, hingga saraf.
Selain layanan dokter spesialis, RSUD Regional La Mappapenning juga ditunjang peralatan medis modern, salah satunya CT Scan 128 slice yang mendukung proses diagnosis secara cepat dan akurat.
RSUD Regional La Mappapenning diresmikan pada Agustus 2023 lalu.
Dan diharapkan mampu meningkatkan akses layanan kesehatan berkualitas, khususnya bagi masyarakat wilayah timur Sulawesi Selatan.
Baca juga: Ponpes Auladul As’adiyah Bone Tekankan Ekoteologi, Santri Didorong Jaga Lingkungan
Saat ini, rumah sakit tersebut melayani pasien rujukan dari sejumlah daerah, seperti Kabupaten Bone, Maros, Wajo, Soppeng, hingga Sinjai.
Sejumlah warga yang pernah menjalani perawatan mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan oleh tenaga medis dan manajemen rumah sakit.
Warga asal Kecamatan Ulaweng, Indra mengungkapkan bahwa fasilitas dan sistem pelayanan di RSUD Regional La Mappapenning sudah berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
“Fasilitasnya aman ji, sesuai SOP. Pelayanannya juga baik,” ujarnya, saat dikonfirmasi Tribun-Timur.com, Minggu (11/1/2026).
Meski demikian, Indra berharap pihak rumah sakit dapat terus melakukan pembenahan, khususnya pada fasilitas penunjang.
“Hanya parkirannya yang perlu diperbaiki, dan masih kurang tempat berteduh untuk pengunjung,” tambahnya.
Hal senada juga disampaikan Abdul Salam, warga Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone.
Ia menilai kualitas pelayanan RSUD Regional La Mappapenning berada di atas rata-rata rumah sakit lainnya.
“Menurut saya pelayanannya bagus, bahkan jauh di atas rumah sakit lain,” ungkap Abdul Salam.
Ia juga mengapresiasi pelayanan farmasi yang dinilainya tidak membeda-bedakan pasien umum maupun peserta BPJS.
“Obatnya juga tidak membedakan antara pasien umum dan BPJS. Itu yang membuat kami merasa nyaman,” jelasnya.
Dengan fasilitas medis yang terus dikembangkan serta pelayanan yang dinilai profesional oleh masyarakat, RSUD Regional La Mappapenning diharapkan dapat terus berbenah dan memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan andalan di Sulawesi Selatan bagian timur.(*)
| Penghasilan 300 KK Hilang Setelah Pelabuhan Penyebrangan Bajoa Bone Ditutup 21 Hari |
|
|---|
| Diserang Samurai dan Badik di Bone, Karyawan Luka Parah hingga Jari Putus |
|
|---|
| Gubernur Sulsel Usul IKA Unhas Fasilitasi Modal Usaha Tanpa Bunga bagi Alumni |
|
|---|
| Cegah Keributan, Mahasiswa di Tonra Bone Dianiaya Warga |
|
|---|
| Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sudah Terasa di Bone, Ketua HIPMI: Omzet Menyusut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260111-RSUD-La-Mappanenning.jpg)