Siapa AT Dosen Kampus Swasta di Bone Ditangkap Kasus Narkoba? Punya Gelar Doktor
AT diketahui bergelar doktor atau Strata Tiga (S3) ditangkap kasus narkoba di Kabupaten Bone.
Ringkasan Berita:
- Dunia pendidikan di Kabupaten Bone tercoreng akibat penangkapan seorang dosen bergelar doktor (S3) berinisial AT terkait kasus narkoba.
- AT mengajar di salah satu kampus swasta di Bone dan kedapatan mengonsumsi sabu seberat 0,73 gram di sebuah rumah kosong, bukan di area kampus.
- Kasus ini merupakan bagian dari penindakan narkoba yang menjerat total 15 orang di Bone dan sekitarnya.
TRIBUN-TIMUR.COM - Dunia pendidikan di Kabupaten Bone kembali tercoreng.
Seorang dosen inisial AT ditangkap kasus narkoba.
AT diketahui bergelar doktor atau Strata Tiga (S3).
Ia mengajar disalah satu kampus swasta di Bone.
Hal itu disampaikan Kasat Narkoba Polres Bone Iptu Irham saat jumpa pers di Mapolres Bone, Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Selasa (6/1/2026).
Polisi mengamankan barang bukti berupa sabu 0,73 gram.
Baca juga: Pekan Pertama 2026 Polres Bone Sudah Tangkap 15 Pelaku Narkoba, Termasuk Dosen Kampus Swasta
"Ia baru lima sampai enam bulan mengkonsumsi narkoba. Kami amankan bukan di area kampus, tetapi di sebuah rumah kosong,” jelas Iptu Irham.
Total barang bukti sabu yang disita dari seluruh pelaku sebanyak 3,38 gram.
Selain AT, ada 14 orang lainnya ditangkap kasus narkoba.
Penangkapan para pelaku merupakan hasil tindak lanjut dari sejumlah laporan polisi.
“Total yang kami amankan sebanyak 15 orang dari beberapa laporan polisi yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.
Mereka diamankan pada tanggal 2,3,4,dan 5 Januari 2026.
Para terduga pelaku diamankan disejumlah lokasi berbeda baik di wilayah Kabupaten Bone maupun di luar daerah.
Seperti Kecamatan Bajoe, Ajangale, serta Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Penindakan juga dilakukan di beberapa lokasi dalam wilayah Kota Watampone, antara lain di Jalan Pisang Baru dan Jalan Abu Daeng Pasolong.
Lima orang dari 15 terduga pelaku tengah menjalani proses asesmen di Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bone untuk menentukan langkah penanganan lebih lanjut.
“Sebagian masih dalam proses asesmen di BNNK Bone,” ujarnya.
| Aksi Babinsa di Bone: Terjun Langsung ke Sawah, Bantu Petani Tanam Padi |
|
|---|
| Fakta Baru Kasus Penikaman di Bengo, Pelaku Masih Kerabat Korban |
|
|---|
| Profil AKBP Sugeng Setyo Budhi, Kapolres Bone Minta Buruh Sampaikan Aspirasi Secara Santun dan Damai |
|
|---|
| Kasus Curnak Sejak 2024 di Bone Akhirnya Terbongkar, Enam Laporan Polisi |
|
|---|
| WFH ASN Bone Mulai Hari Ini, Bupati Punya Strategi Pastikan Pegawai Tak Jalan-jalan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260106-Narkoba-Bone.jpg)