Pengusaha Sulsel Minta Menkeu Purbaya Turunkan Bunga Bank dan Pajak
Pengusaha Sulsel berharap Menteri Keuangan Purbaya turunkan pajak dan bunga bank agar usaha kecil bisa berkembang.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Pengusaha di Sulawesi Selatan (Sulsel) masih menanti gebrakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Dunia usaha di berbagai daerah, terutama di Sulsel, masih menghadapi kendala besar dalam pembiayaan dan akses perbankan.
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel, Satriya Madjid, menilai banyak pelaku usaha, terutama sektor kecil dan menengah, sulit berkembang.
Salah satu hambatan utama adalah tingginya suku bunga kredit perbankan.
Kondisi ini membuat margin keuntungan semakin sempit.
Ia mencontohkan, jika keuntungan usaha hanya sekitar 15 persen, hampir 10 persennya dialokasikan untuk membayar bunga bank.
Situasi ini membuat pengusaha kesulitan menambah modal atau memperluas bisnis.
“Dengan kondisi seperti itu, dunia usaha cenderung stagnan,” kata Satriya Madjid saat ditemui Tribun-Timur.com di Jalan Boulevard, Makassar, Selasa (28/10/2025).
Satriya menyebut sektor perumahan sebagai contoh konkret.
Pengembang membutuhkan pembiayaan untuk lahan dan konstruksi, namun akses kredit kerap terbentur agunan yang dinilai terlalu tinggi.
Padahal, sektor ini berkaitan erat dengan program pemerintah pusat, seperti target pembangunan 3 juta rumah dicanangkan Presiden Prabowo.
Di sektor konstruksi dan konsultansi, tantangan serupa juga dirasakan.
Banyak proyek baru keluar di akhir tahun, menuntut percepatan pelaksanaan.
Tanpa modal kerja memadai, kontraktor sulit menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.
Satriya menambahkan, kebijakan fiskal dan moneter berperan penting memperbaiki kondisi ini.
| Pelemahan Rupiah Picu Kekhawatiran Pelaku Usaha di Sulsel |
|
|---|
| 2 Kali DJP Ditegur Menkeu Purbaya, Gegara Polemik Tax Amnesti dan Pajak Jalan Tol |
|
|---|
| Demo Lagi! Warga Mula Baru, Tamalalang, Bontoa, Akasia, Alamanda Bersatu Tolak PSEL di Tamalanrea |
|
|---|
| Makassar Masih Kota Konsumtif |
|
|---|
| Perusahaan Udang di Sulsel PHK 19 Pekerja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-10-28-satriya.jpg)