Headline Tribun Timur
Hotel Mulai Jual Paket Tahun Baru
Hotel di Makassar mulai jual paket malam tahun baru 2026. Okupansi sepanjang 2025 anjlok, hanya 30 persen.
Hotel Mulai Jual Paket Tahun Baru
Hunian Hotel di Makassar Anjlok Sepanjang 2025
MAKASSAR, TRIBUN - Sejumlah hotel di Makassar mulai menawarkan paket malam tahun baru 2026.
Hotel Dalton di Jl Perintis Kemerdekaan satu diantaranya memasarkan promo malam tahun baru.
Hotel bintang empat ini mengunggah poster promo melalui akun Instagram, @daltonmakassar, Sabtu (26/10/2025).
Dalton mengusung tema Sports Night untuk pesta malam tahun baru yang masih tersisa dua bulan.
Harga paket dibanderol mulai Rp1.480.000, sudah termasuk menginap dan makan malam.
Marketing Communication Hotel Dalton Makassar, Ainun Nufus, menyatakan, langkah ini untuk menarik perhatian masyarakat sekaligus mengukur respon pasar sejak dini.
“Kenapa kita cepat keluar, karena kita ada sistem pembelian earlybird. Kita tarik pengunjung agar bisa pesan sekarang,” kata Ainun, Sabtu (26/10/2025).
Ia menambahkan, paket tahun baru Dalton menyasar semua kalangan, mulai anak muda hingga keluarga.
Pasarnya juga tak hanya di Makassar, tapi meluas hingga Kabupaten Maros.
Tak mau ketinggalan, Hotel Claro di Jl AP Pettarani juga sudah merilis paket malam tahun baru.
Harga ditawarkan mulai Rp2.388.000 sudah termasuk menginap dan dinner.
“Kita belum tahu apakah tingkat okupansi Desember nanti naik, jadi kita keluarkan sekarang untuk melihat kondisi pasar,” ujar Marketing Communication Manager Claro Makassar, Ricwan Wahyudi.
Cepatnya hotel-hotel di Makassar mengeluarkan promo tak lepas dari kondisi bisnis perhotelan yang lesu sepanjang 2025.
Kebijakan efisiensi belanja pemerintah pusat membuat sejumlah instansi menekan aktivitas di hotel.
Pada Januari 2025, Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja dalam pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025.
Kebijakan tersebut berdampak terhadap tingkat hunian hotel, termasuk di Makassar.
Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Sulsel, Zulkifli Nur, mencatat rerata okupansi hotel di Makassar selama 2025 hanya sekira 30 persen.
Angka itu turun hingga 40 persen dibandingkan tahun 2024. “Wajar kalau hotel sekarang curi start jual paket tahun baru. Mereka ingin lebih cepat membaca arah pasar,” ujarnya.
Sementara pengamat ekonomi Unismuh Makassar Sutardjo Tui, menilai bisnis perhotelan berpotensi bergairah di 2026.
Sutardjo melihat sudah banyak instansi dan kegiatan masyarakat mulai menggunakan fasilitas hotel lagi.
“Pemerintah sekarang harus menciptakan event-event menarik agar wisatawan dan peserta kegiatan datang ke Makassar,” kata Sutardjo.
Baca juga: Okupansi Hotel Lesu, Wisatawan Meningkat
Tingkat Hunian
Okupansi atau tingkat hunian hotel di Sulsel anjlok sepanjang 2025. Dipengaruhi kebijakan efisiensi anggaran pemerintah yang berdampak pada berkurangnya aktivitas instansi di hotel.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga, mengatakan tingkat hunian tahun ini turun sekira 25 sampai 30 persen dibandingkan 2024.
“Pada 2024 tingkat hunian hotel di Makassar masih di angka 60 sampai 65 persen. Tahun ini kita sudah bersyukur kalau bisa mencapai rata-rata 40 sampai 45 persen,” ujarnya, Minggu (26/10/2025).
Akhir tahun biasanya tingkat hunian hotel meningkat karena banyak kegiatan pemerintah. Namun, hingga akhir 2025, pergerakan tersebut belum terlihat.
“Justru saat ini tidak ada pergerakan membuat tingkat huni terbang tinggi. Ini bukti konkret dampak dari efisiensi anggaran pemerintah,” tegas CEO Phinisi Hospitality Indonesia (PHI) itu.
Anggiat mengaku belum melihat tanda-tanda perbaikan okupansi pada 2026.
Sebab, kebijakan efisiensi anggaran masih menjadi fokus pemerintah pusat.
“Sektor pariwisata belum bisa diandalkan sepenuhnya untuk mengangkat okupansi. Sekaitan 2026, saya belum melihat ada sinyal ke depannya lebih baik,” jelasnya.
Terbang Murah
Kabar gembira bagi calon penumpang pesawat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros.
Akhir tahun ini, penumpang bisa menikmati potongan tarif jasa kebandarudaraan hingga 50 persen.
General Manager Bandara Sultan Hasanuddin, Minggus ET Gandeguai, mengatakan potongan tarif berlaku untuk pembelian tiket mulai 22 Oktober 2025, dengan periode keberangkatan 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
“Memang benar ada potongan tarif jasa kebandarudaraan. Kebijakan ini untuk mendukung mobilitas masyarakat pada periode libur Natal dan Tahun Baru,” kata Minggus.
Kebijakan ini tertuang dalam Surat Menteri Perhubungan Nomor PR/303/1/8/MHB/2025 tentang Pengenaan Potongan Harga Tarif Periode Natal Tahun 2025 dan Tahun Baru 2026.
Potongan tarif berlaku seluruh rute penerbangan, baik domestik maupun extra flight (penerbangan tambahan).
Minggus menjelaskan, kebijakan ini diharapkan mendongkrak jumlah penumpang di Bandara Sultan Hasanuddin pada periode libur akhir tahun.
“Saat ini rata-rata harian jumlah penumpang 28 ribu. Dengan potongan tarif ini, kami berharap jumlah penumpang meningkat pada periode Nataru mendatang,” ujarnya.
Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, menuturkan potongan 50 persen diberikan terhadap Tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau Passenger Service Charge (PSC) di 37 bandara yang dikelola InJourney Airports.
“Tarif PJP2U merupakan biaya pelayanan di bandara yang sudah termasuk dalam harga tiket pesawat. Jadi, potongan 50 persen ini akan langsung memengaruhi harga tiket,” jelas Pahlevi.
Selain penumpang, InJourney Airports juga memberi potongan 50 persen terhadap Tarif Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, dan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U) bagi maskapai nasional di seluruh bandara yang mereka kelola.
“Potongan ini juga mendukung operasional maskapai yang menjadi bagian dari ekosistem kebandarudaraan,” kata Pahlevi.
Seluruh bandara di bawah pengelolaan InJourney Airports akan disiagakan selama 24 jam sesuai kebutuhan untuk mengantisipasi lonjakan penerbangan pada musim libur akhir tahun.
Bandara dikelola InJourney Airports antara lain Soekarno-Hatta Tangerang, I Gusti Ngurah Rai Bali, Kualanamu Deli Serdang, Juanda Surabaya, Sultan Hasanuddin Makassar, hingga Sentani Jayapura.
Kebijakan potongan tarif ini diharapkan membantu masyarakat memperoleh harga tiket terjangkau sekaligus menjaga geliat mobilitas udara pada periode Natal dan Tahun Baru 2026 mendatang.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20251027-hl.jpg)