Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Hingga April 2025, Damkar Maros Evakuasi 96 Reptil dari Permukiman Warga, Ular Paling Banyak

Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Maros, Eldrin Saleh Nuhung, mengungkapkan evakuasi reptil paling banyak dilakukan di Kecamatan Turikale

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM/NURUL
Evakuasi Biawak - seekor biawak berukuran 1 meter “bertamu” ke kantor Bupati Maros, Jalan Jenderal Sudirman, Rabu(7/5/2025) sore. Tim Animal Rescue dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Maros telah mengevakuasi sebanyak 96 ekor reptil dari permukiman warga dalam rentang waktu Januari hingga April 2025.  

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Tim Animal Rescue dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Maros telah mengevakuasi sebanyak 96 ekor reptil dari permukiman warga dalam rentang waktu Januari hingga April 2025.

Hewan-hewan liar ini terdiri atas 68 ekor ular dan 28 ekor biawak.

Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Maros, Eldrin Saleh Nuhung, mengungkapkan evakuasi reptil paling banyak dilakukan di Kecamatan Turikale, yang merupakan wilayah padat penduduk sekaligus pusat aktivitas masyarakat.

“Wilayah Turikale memang paling sering menjadi lokasi evakuasi. Kemungkinan karena kawasan ini terus berkembang, dan berdampingan dengan area yang dulunya merupakan habitat alami hewan-hewan tersebut,” jelas Eldrin kepada Tribun Timur, Kamis (8/5/2025).

Mantan Sekwan Maros ini mengatakan proses evakuasi reptil biasanya berlangsung antara 10 hingga 60 menit, tergantung pada kondisi di lapangan.

“Tim Animal Rescue Damkar Maros dilengkapi dengan peralatan khusus dan telah dilatih menangani satwa liar agar tidak membahayakan warga maupun tim evakuasi,” sebutnya.

Setelah dievakuasi, ular dan buaya diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk selanjutnya dikembalikan ke habitat alaminya.

“Sementara itu, biawak umumnya dilepasliarkan kembali ke lokasi yang jauh dari permukiman,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, maraknya kemunculan reptil di kawasan permukiman tak lepas dari beberapa faktor.

“Penyebab utamanya adalah hilangnya habitat alami akibat pembangunan, berkurangnya sumber makanan, dan perubahan cuaca ekstrem,” tuturnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik jika menemukan hewan liar di sekitar rumah.

“Segera hubungi Damkar atau layanan terkait agar bisa ditangani secara aman,” pungkasnya.

Sehari sebelumnya, seekor biawak berukuran 1 meter “bertamu” ke kantor Bupati Maros, Jalan Jenderal Sudirman, Rabu(7/5/2025) sore.

Biawak yang terlihat di area lobi tersebut langsung dihalau dua personel Satpol PP.

Bupati Maros, Chaidir Syam yang tengah melintas pun kaget melihat keberadaan biawak tersebut.

“Seekor biawak akan melakukan audiensi di Kantor Bupati Maros, Pemadam tolong,”canda Chaidir dalam sebuah video pendek(*)

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Medium

Large

Larger

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved