Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Headline Tribun Timur

Mencari Jejak Hominins Sulawesi

Wallacea adalah kawasan biogeografi meliputi sebagian besar wilayah Indonesia tengah, termasuk Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku. 

Tayang:
Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun Timur
HL TRIBUN TIMUR - HL Ahad 10 Agustus 2025, Mencari Jejak Hominins Sulawesi 

Adam memngatakan masih terlalu dini untuk menyebut manusia purba di Jawa sama atau ada hubungannya dengan yang ada di Sulawesi.

Sebab sejak zaman batu, Kawasan Wallacea disebut tak pernah menyatu dengan pulau Kalimantan ataupun Jawa. Sementara manusia purba diklaim tak bisa berenang, apalagi jarak Wallacea dengan Kalimantan diperkirakan sekitar 40 kilometer di masa itu.

"Menurut saya itu kemungkinan spesies Pithecanthropus Erectus yang familiar di (Pulau) Jawa. Tapi kalau memang Erectus Jawa yang datang, kemungkinan mereka ke Kalimantan dulu, tak langsung dari Jawa ke Sulawesi," paparnya.

Soal kemungkinan adanya manusia purba di Kalimantan sebelum ke Sulawesi, Adam menyebut belum ditemukan bukti. Namun temuan di Situs Calio bisa menjadi jalan untuk melakukan ekskavasi (penggalian) di Borneo.

"Ini menjadi penting sebab sejauh ini belum ada bukti temuan batu atau fosil (manusia purba) ditemukan di Kalimantan di atas usia 50 ribu tahun yang lalu," imbuhnya.

Lanjut Adam, para ilmuwan harus terus meneliti dengan dukungan semua pihak, agar misteri pemilik artefak batu Situs Calio dapat terungkap.

"Paling penting adalah kita menemukan sebanyak mungkin batu yang akan mengantar kita menemukan jejak manusia purba," ucapnya. (zal)

Metode Penanggalan Rantai Uranium 

Peneliti lainnya ikut berkontribusi menemukan tujuh artefak batu, Unggul Prasetyo Wibowo menjelaskan, pencarian situs manusia purba di Situs Calio sudah dimulai sejak 2016 lalu.

Mereka melanjutkan ekskavasi peneliti-peneliti sebelumnya di Walannae yang belum membuahkan hasil. 

Puluhan titik telah diekskavasi atau digali, namun tim dan kawan-kawan tak menemui hasil. Barulah pada 2019 mulai menemui titik terang.

Fokus kemudian tertuju saat tim menemukan ratusan bahkan ribuan pecahan alat-alat batu di permukaan sekitar situs Calio, tidak terkubur sedimen. 

Karena tak tersedimentasi, tak bisa menentukan seberapa tua artefak-artefak itu.

"Maka tim mulai menggali untuk menemukan artefak di sini (Calio).

Situs digali tak begitu luas. Hanya petak tanah berukuran 3x4 meter di tengah ladang jagung. di sisi utara ladang, area pemakaman umum warga Calio.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved