Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bulog Bantah Tak Bayar Tunggakan Rp10 Miliar Mitra Penggilingan Padi di Bone

Bulog sebut keterlambatan pembayaran terjadi karena beberapa mitra belum menyelesaikan kewajiban administrasi.

Penulis: Wahdaniar | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM/Wahdaniar
BULOG BONE - Kepala Bulog Bone, Maysius Patintingan yang diabadikan beberapa waktu lalu. Sius mengaku keterlambatan pembayaran terjadi karena beberapa mitra belum menyelesaikan kewajiban administrasi maupun memenuhi aturan yang telah disepakati. 

Dalam skema ini, Bulog menyewa jasa penggilingan milik pihak ketiga untuk mengolah gabah yang dibeli dari petani. Sebagai imbalannya, Bulog membayar biaya sewa dan jasa penggilingan sesuai kesepakatan.

Namun, keterlambatan pembayaran seperti yang terjadi saat ini dinilai berpotensi mengganggu kelancaran distribusi beras.

“Kalau mesin berhenti beroperasi karena tidak ada modal, otomatis pasokan beras juga bisa terganggu,” ujar sumber tersebut.

Selain itu, kondisi ini juga berpotensi memengaruhi harga gabah di tingkat petani. 

Jika penggilingan kesulitan membeli gabah, maka permintaan menurun dan harga bisa jatuh.

“Kami tidak mau masalah administrasi ini berimbas ke petani. Mereka sudah susah payah menanam, jangan sampai harga gabah mereka anjlok,” tegasnya.

Para mitra berharap Bulog Bone maupun pusat segera memberikan kepastian waktu pembayaran.

“Kami siap bekerja sama, tapi tolong kewajiban yang lama diselesaikan dulu,” harapnya.(*)

 

 

 

 

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved