Seragam Gratis
Seragam Gratis Belum Dibagi, Orang Tua di Bone: Kayak di-PHP Ki
Seragam gratis di Bone belum dibagikan. Orang tua siswa SD dan SMP terpaksa beli seragam sendiri.
Penulis: Wahdaniar | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-TIMUR.COM, BONE – Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dijadwalkan menyalurkan seragam gratis untuk siswa SD dan SMP pada hari pertama masuk sekolah, Senin, 14 Juli 2025.
Anggaran disiapkan mencapai Rp5 miliar.
Namun hingga kini, seragam belum juga dibagikan.
Kondisi ini membuat orang tua, terutama para ibu, terpaksa membeli seragam sendiri untuk anak-anaknya.
Pemerintah Kabupaten Bone pun memberikan klarifikasi atas keterlambatan distribusi seragam tersebut.
Seragam termasuk program prioritas ini disebut masih dalam proses pengiriman dari pihak penyedia.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Bone, Anwar, saat dikonfirmasi Tribun-Timur.com di ruang kerjanya, Rabu (30/7/2025).
"Masih tahap pengiriman barang dari penyedia,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Bone, A. Fajaruddin, membenarkan hal itu.
Ia menyebut kontrak pengadaan telah ditandatangani sejak 17 Juni 2025, setelah pengesahan APBD Parsial pada Mei 2025.
“Seragam disiapkan adalah merah putih untuk SD dan putih biru untuk SMP, lengkap dengan atasan, bawahan (celana atau rok), topi, dan dasi,” katanya.
Fajaruddin menjelaskan keterlambatan karena proses pengadaan baru dimulai setelah APBD disahkan.
Skala pengadaan juga cukup besar, yakni 20 ribu pasang seragam.
Baca juga: Diduga Wajib Beli Seragam Rp300-479 Ribu, 2 SMP Negeri di Takalar Diprotes Wali Murid
Ia memastikan penyedia tengah mempercepat pengiriman dan menargetkan penyaluran mulai Agustus 2025, sebelum batas kontrak berakhir pada 15 September 2025.
“Kelas 7 SMP masih dibolehkan mengenakan seragam SD untuk sementara waktu sambil menunggu pembagian seragam baru,” tambahnya.
Program ini merupakan janji politik Bupati dan Wakil Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman dan Andi Akmal Pasluddin.
Tujuannya meringankan beban ekonomi keluarga dan memastikan seluruh anak bisa bersekolah tanpa hambatan perlengkapan dasar.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Ini hanya persoalan teknis karena proses pengadaan besar membutuhkan waktu. Insyaallah, seragam mulai didistribusikan Agustus,” tandas Fajaruddin.
Respon Orang Tua
Sejumlah orang tua mengaku kecewa karena seragam belum diterima.
Ana (30), salah satu orang tua siswa, menyampaikan keluhannya saat dikonfirmasi Tribun-Timur.com, Selasa (29/7/2025).
"Belum ada sampai saat ini yang dibagikan," katanya.
Karena itu, Ana terpaksa membeli seragam sendiri.
“Masukmi sekolah anakku, jadi mau tidak mau harus saya belikan. Dari pada menunggu dan tidak tahu kapan pi dibagikan,” ucapnya.
Ia mengaku membeli satu pasang seragam merah putih seharga Rp115 ribu.
“Waktu ada beritanya saya senang, karena merasa berkurang lagi pengeluaran. Tapi ternyata tidak ada. Kayak di-php ki,” ujarnya.
Serli (30), orang tua siswa lainnya, juga mengaku belum menerima seragam.
“Tidak adapi dibagikan. Saya sempat dengar memang kemarin katanya akan ada pembagian, tapi nyatanya tidak ada,” katanya.
Ia mengaku tidak tahu pasti penyebab keterlambatan.
“Tidak tau juga kenapa belum dibagi. Kutanya i juga gurunya, tidak ada jawaban,” tambahnya.
Serli akhirnya membeli seragam baru.
“Sudahma beli, karena masukmi sekolah anakku. Tapi kalau memang ada nanti pembagiannya, alhamdulillah bisa diganti-ganti bajunya,” ucapnya.
Ia berharap pembagian segera dilakukan.
“Maunya sih dibagikan kalau memang ada. Tapi kalau tidak ada, tidak apa-apa ji. Karena sudahmi juga beli,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Bone, Andi Fajaruddin, menyebut penyaluran seragam dijadwalkan pada hari pertama sekolah, Senin, 14 Juli 2025.
Pihaknya menyiapkan sekitar 20 ribu pasang seragam gratis untuk siswa baru kelas 1 SD dan kelas 7 SMP.
“Cuman yang kami siapkan itu sekitar 20 ribu pasang seragam dengan total anggaran Rp5 miliar,” jelasnya.
Setiap siswa akan mendapat satu set seragam nasional: merah putih untuk SD dan putih biru untuk SMP.
Fajaruddin berharap program ini terealisasi di hari pertama masuk sekolah.
Ia juga mengimbau orang tua agar tidak khawatir jika seragam belum tersedia.
Harapan Orang Tua
Hera (28), orang tua siswa asal Kecamatan Amali, menyambut baik program seragam gratis ini.
“Tentunya sangat senang. Karena bisa menghemat biaya pembelian seragam anak-anak. Apalagi anakku baru mau masuk SD, banyak pengeluaran,” ucapnya.
Ia berharap seragam dibagikan secepatnya.
“Kalau bisa sebelum masuk sekolah,” katanya.
Hal serupa diungkapkan Melda (32), warga Tanete Riattang Timur.
“Alhamdulillah sangat terbantu, mengingat harga seragam lumayan menguras kantong,” katanya.
Melda mengaku belum membeli seragam untuk anaknya.
“Belum pi saya belikan anakku. Tunggu pembagian seragam gratis dulu, baru menyusul beli seragam lainnya,” tutupnya. (*)
| 15.296 Siswa SD dan SMP di Maros Terima Seragam Gratis |
|
|---|
| Ekspresi Siswa saat Dipasangkan Seragam Munafri-Melinda, dari Sumringah hingga Tegang |
|
|---|
| Ilham Azikin Bereaksi Gegara Bupati Uji Nurdin, Pejabat Bocorkan Kondisi Disdik Bantaeng |
|
|---|
| Saat Makassar - Gowa Menerapkan, Bantaeng Justru Hentikan Seragam Gratis untuk Pelajar |
|
|---|
| Rp5 M Digelontorkan, Pemkot Parepare Salurkan Seragam Gratis Bertahap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-07-30-seragam-gratis-bone.jpg)