Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Telkomsel

5G Bukan Sekadar Kecepatan, Tapi Harapan dari Kamar 3x3 Meter di Parepare

Belajar dari kamar 3x3 di Parepare, Alim buktikan mimpi bisa tumbuh lewat sinyal Telkomsel dan semangat tanpa batas.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Sukmawati Ibrahim
dok Alim
MIMPI ALIM - Kolase Muhammad Alim Praditya Rahman di rumahnya, Jl Bambu Runcing, Parepare — saat belajar di kamar 3x3 meter, bersama orang tua, dan menunjukkan aplikasi MyTelkomsel yang ia manfaatkan untuk akses Ilmupedia dan kuota belajar. 

“Kami jadi yakin bahwa keterbatasan tak bisa jadi alasan untuk tidak berprestasi.” 

Akademisi di Kota Parepare, Ibrah La Iman, menyebut pencapaian Muhammad Alim sebagai pesan kuat bagi dunia pendidikan. 

"Ilmu bisa menjadi milik siapa saja, tanpa memandang status sosial maupun latar belakang keluarga. 

Kabar Alim menembus top score UTBK bisa jadi semangat bagi siapa pun merasa kecil di tengah kerasnya realitas hidup," katanya saat dikonfirmasi tribun-timur.com via WhatsApp, Rabu (30/7/2025). 

Menurutnya, tidak ada hal mustahil selama seseorang bersungguh-sungguh belajar dan berusaha. 

Ia juga menyoroti pentingnya kemampuan literasi dalam era digital seperti sekarang. 

"Sebagaimana pepatah ‘a good writer is a good reader’, falsafah ini sejalan dengan tantangan pendidikan kita. Kemajuan teknologi harus dibarengi kemampuan membaca, berpikir, dan memahami. Literasi yang kuat membuat pelajar tidak mudah menyerah dan tetap tangguh menghadapi kenyataan," jelas Ibrah. 

Ia berharap capaian Alim bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak di Indonesia Timur, khususnya di Parepare

Meski keterbatasan pernah membatasi langkahnya, Alim tak pernah menyerah. 

Ia ingin menjadi guru, dosen, atau profesional di bidang matematika. Lebih dari itu, ia ingin kembali dan berbagi. 

“Saya ingin buat bimbel gratis. Biar adik-adik di Parepare yang punya semangat belajar juga bisa terbantu. Karena saya tahu rasanya belajar dalam keterbatasan.”

Ia juga menyadari pentingnya internet dalam pendidikan. “Bagi saya, Telkomsel bukan sekadar sinyal. Ia jadi jembatan untuk saya bermimpi dan berjuang. Slogan ‘Telkomsel Berdayakan Kehidupan Bangsa’ saya rasakan sendiri,” kata Alim.  

Profil

Nama : Muhammad Alim Praditya Rahman

Umur : 18 Tahun

Cita-cita : Guru, dosen, dan profesionalis matematika

Hobi : Bermain sepak bola dan futsal

Nama orang tua

Ayah : Rahman

Ibu : Asrianti

Pekerjaan Orang Tua

Ayah : Buruh harian

Ibu : Ibu rumah tangga

Sosial Media : Instagram @prdtya_alim. (*)

 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved