Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Idul Adha

Pastikan Kelayakan Hewan Kurban, 1.025 Sapi di Parepare Diberi Obat Cacing

Kadis Peternakan Parepare, Wildana mengatakan, pemberian obat cacing kepada sapi sebagai langkah upaya mencegah penyebaran penyakit hewan menular.

Tayang:
Penulis: Rachmat Ariadi | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Rachmat Ariadi
HEWAN KURBAN - Petugas dari Dinas Peternakan Kota Parepare memberikan obat cacing kepada hewan kurban jenis sapi, Selasa (5/5/2026). Pemberian obat cacing diberikan untuk memastikan kesehatan serta kelayakan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha. 

TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE - Dinas Peternakan Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) memberikan obat cacing kepada 1.025 hewan kurban sapi.

Itu dilakukan guna memastikan kesehatan serta kelayakan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha.

Dari pantauan Tribun-Timur.com, Selasa (5/5/2026) tim dari Dinas Peternakan Parepare menyasar pedagang hewan kurban yang berada di Kelurahan Lemoe, Kecamatan Bacukiki dan Kelurahan Ujung, Lapadde.

Selain memeriksa kesehatan hewan kurban, petugas terlihat memberikan vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan obat cacing.

Kadis Peternakan Parepare, Wildana mengatakan, pemberian obat cacing kepada sapi sebagai langkah upaya mencegah penyebaran penyakit hewan menular.

Kata dia, langkah ini sekaligus menjamin hewan kurban yang beredar di Parepare dalam kondisi sehat.

"Kami periksa kesehatan, pemberian vitamin dan pemberian obat cacing untuk mencegah penyakit PMK kepada hewan ternak," katanya kepada Tribun-Timur.com, Selasa (5/5/2026).

Baca juga: Jelang Iduladha 2026, Dinas Peternakan Maros Vaksin 3.000 Sapi Kurban, Dipastikan Bebas PMK

Wildana mengungkapkan, pihaknya terus memperketat pengawasan hewan kurban, utamanya kepada pedagang hewan kurban musiman yang tersebar di Kota Parepare.

"Kami tetap awasi katet, utamanya terkait pedagang hewan kurban dadakan (musiman), dari data kami ada 100 lokasi titik pedagang hewan kurban di Parepare," ungkapnya.

Dia menambahkan, hingga kini pihaknya belum menemukan ada hewan kurban yang terjangkit penyakit.

Namun dirinya mengimbau para peternak dan pedagang agar menjaga kebersihan kandang, pemberian pakan yang berkualitas, serta melaporkan jika menemukan gejala penyakit pada hewan.

"Alhamdulillah belum ada kami temukan hewan kurban yang terjangkit penyakit. Makanya kami minta peternak dan pedagang ini terus menjaga kebersihan kandangnya," ucapnya.

Sementara itu pedagang sapi bernama M Nurdin Hasan mengutarakan, hingga hewan kurbannya masih sepi pembeli.

Biasanya kata dia, di 20 hari menjelan lebaran Idul Adha sudah banyak pembeli yang mendatangi kandangnya.

"Sepi sekarang. Biasanya kalau 20 hari mau lebaran itu sudah banyak yang datang, tapi sekarang masih kurang," ujarnya.

Dia pun mengakui, ada kenaikan harga sapi kurban tahun ini.

"Iya ada kenaikan harga, kalau kemarin harga Rp 17 juta sekarang naik Rp 18 juta. Naik sejuta," tandasnya.(*)

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved