Pengangguran Sarjana
Penyebab pertama yaitu lapangan kerja terbatas. Lapangan kerja baru belum banyak terbuka. Lapangan kerja lama ada yang tutup dan PHK karyawan.
Mari kita cermati penyebab terkait karakter. Ada indikasi para sarjana kurang berani mencoba hal baru.
Lapangan kerja formal memang terbatas. Tapi lapangan kerja non formal tidak terbatas apalagi di era digital sekarang ini.
Asalkan tidak pilih-pilih dan mau mencoba dan siap bekerja keras. Siap jatuh bangun dan tangguh menghadapi dan mengatasi masalah. Tidak terjebak pada passion, wellbeing, dan healing.
Para sarjana juga kurang tangguh, terlihat manja dan kurang mampu bersaing. Hal ini terjadi menurut psikolog salah satunya karena pola asuh orang tua yang terlalu memanjakan. Semua kebutuhan anak dipenuhi. Semua fasilitas dilengkapi sehingga hidup mereka nyaman.
Secara jangka pendek terlihat tidak ada masalah. Namun jangka panjang saat anak-anak dituntut mandiri dan keluar dari zona nyaman orang tuanya, mereka tidak siap. Bagaimana solusinya? Gunakan pola asuh yang tidak memanjakan tapi autoritatif. Anak-anak memiliki otoritas tapi bertanggung jawab. Ada syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi. Dorong anak mengambil keputusan sendiri dengan segala konsekuensinya. Belajar bertanggung jawab
| Tanaman Jungrahab Kalimantan: Dari Tradisi ke Potensi Antiinflamasi |
|
|---|
| Mengapa Harmonisasi Pembangunan Daerah Harus Melibatkan Universitas |
|
|---|
| Hukum yang Hidup dalam Peraturan Daerah |
|
|---|
| Menunaikan Komitmen Moral sang Proklamator Adalah wujud Amal Jariah Presiden Prabowo Subianto |
|
|---|
| Chaidir Syam Dorong Siswa Wajib Membaca Menulis di Maros |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Syamril-Direktur-Sekolah-Islam-Athirah-21.jpg)