Banjir Luwu
5 Bendung Rusak di Luwu, Ribuan Hektare Sawah Terancam Gagal Tanam
Ribuan hektare sawah di Luwu terancam kering akibat lima bendung rusak pascabanjir. Pemkab berkomitmen perbaiki demi jaga kebutuhan air petani.
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Sukmawati Ibrahim
Aswar mengaku ada sekitar 400 hektare sawah yang bergantung pada bendung tersebut.
"Total ada sekitar 400 hektar sawah terdampak. Itu masuk sawah warga di Kelurahan Larompong, Desa Komba, dan Desa Komba Selatan," jelasnya.
Pemkab Luwu diketahui berkomitmen menangani kerusakan bendung yang menjadi tanggung jawab daerah.
Bupati Luwu, Patahuddin, menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan prioritas utama pemerintahannya.
“Insyaallah ini akan kita tindak lanjuti secepatnya. Pemerintah tidak boleh membiarkan petani kesulitan air,” ujar Patahuddin saat meninjau Bendung Komba dan Kaili Hulu, Kecamatan Suli Barat, Senin (14/7/2025).
Ia memastikan penanganan kerusakan bendung akan dilakukan sesegera mungkin.
"Kita harus pastikan kebutuhan dasar petani terpenuhi. Jika air tidak tersedia, bagaimana mereka bisa tanam. Saya sudah minta tim teknis turun langsung dan segera identifikasi semua titik yang butuh penanganan," tambahnya. (*)
Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, Muh Sauki Maulana
| Banjir Rendam 8 Desa di Luwu, 300 Rumah Terdampak, Jalur Trans Sulawesi Macet |
|
|---|
| Banjir Terjang Dua Desa dan Satu Kelurahan di Larompong Luwu, Air Keruh Bercampur Lumpur |
|
|---|
| Suli, Suli Barat dan Bua Jadi Titik Rawan Banjir Terbanyak di Luwu |
|
|---|
| Banjir Rendam 55 Rumah Warga di Walenrang Timur Luwu |
|
|---|
| Banjir Tutup Jalan Poros Makassar–Palopo di Larompong Selama 2 Jam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-07-15-PATAHUDDIN.jpg)