Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Polres Luwu

Mobil Hilang Ditemukan di Polres Luwu, Warga Kaget Lihat Warna Sudah Berubah

Mobil warga yang hilang ditemukan di Polres Luwu. Diduga dipakai oknum polisi, warnanya berubah. Kapolres minta Propam turun tangan.

Grup Jurnalis Luwu/Muh Sauki
MOBIL TEMUAN – Mobil Toyota Calya 1.2 G M/T dengan nomor polisi DD 1640 VF yang teregister sebagai barang temuan Polres Luwu diduga digunakan secara pribadi oleh oknum berinisial MSB, berpangkat Aiptu. Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandibu menegaskan, pihaknya sudah memerintahkan Propam untuk mengecek kendaraan tersebut.   

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU – Seorang anggota polisi di Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Luwu diduga menguasai dua unit mobil hasil temuan kepolisian.

Kendaraan itu disebut digunakan secara pribadi oleh oknum berinisial MSB, berpangkat Aiptu.

Seorang warga mengaku sebagai pemilik salah satu kendaraan menyampaikan keluhannya.

Ia kaget, mobilnya hilang ditemukan polisi, namun tidak ada pemberitahuan resmi.

“Mobil memang ditemukan, tapi saya tidak diberi tahu. Saya lihat sendiri mobil saya terparkir di halaman Satreskrim Polres Luwu, warnanya sudah berubah. Awalnya merah, sekarang dicat hitam,” ujar warga tersebut kepada awak media belum lama ini.

Menurutnya, mobil yang kini dipakai oknum polisi itu adalah Toyota Calya 1.2 G M/T dengan nomor polisi DD 1640 VF.

“Sekarang dipakai salah seorang anggota Unit Tipidter Reskrim Polres Luwu,” tambahnya.

Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandibu menegaskan, pihaknya sudah memerintahkan Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk mengecek kendaraan yang disebut dikuasai anggota.

“Kasi Propam langsung cek. Ada warga yang mengklaim mobil itu miliknya, tapi tidak bisa menunjukkan dokumen resmi,” ujar Adnan kepada Tribun-Timur.com, Jumat (29/8/2025).

Ia mengakui ada kelalaian dari anggota karena kendaraan tersebut terdaftar sebagai barang temuan.

“Kalau memang mau pakai, jangan diubah warnanya. Tapi itu pun bukan dicat, hanya ditempel cutting sticker warna hitam,” jelasnya.

Adnan menambahkan, kasus serupa kerap terjadi dalam pengungkapan kendaraan bodong.

“Misalnya kita ungkap sepuluh mobil, biasanya hanya satu yang ada laporan polisi. Sembilan lainnya tidak ada yang melapor. Makanya kami harus pastikan dulu,” katanya.

Ia juga menyebut ada dugaan jaringan mobil bodong lintas daerah.

“Informasi dari Propam, mobil itu diambil dari Morowali. Surat kendaraannya asli tapi palsu, tidak sesuai nomor mesin dan rangka. Karena itu kami lakukan pengecekan menyeluruh. Semua kendaraan di Polres, baik milik pribadi, barang bukti, maupun temuan akan kami data,” tegas Adnan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved