Tahun Ajaran Baru
Usaha Jahit Kadir dan Istri di Jl Mannuruki Makassar Ramai Pesanan Seragam Sekolah
Tahun ajaran baru dimulai, tukang jahit di Makassar banjir order seragam. Tetap jaga kualitas, tarif tak naik. Pelanggan rela antre.
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Sukmawati Ibrahim
Meski kewalahan, Kadir memilih tetap bekerja berdua dengan istrinya.
Ia khawatir kualitas jahitannya menurun jika dikerjakan orang lain.
“Saya tidak bisa perintah orang. Jadi cukuplah saya dan istri yang kerjakan. Saya takut kalau pakai tenaga baru, nanti kerja asal-asalan. Pelanggan pasti kecewa,” tuturnya.
Ia juga menyebut banyak orang tua siswa datang silih berganti membawa seragam anak-anaknya.
Bahkan ada yang rela antre berjam-jam.
“Tidak dihitung. Pokoknya tiap hari ramai. Kita juga tidak enak kalau tolak pesanan mereka. Karena tidak enak, kita tetap terima. Mereka juga rela menunggu. Siapa yang duluan datang, itu yang duluan dikerja. Kalau ada yang baru order, biar dia bayar tinggi, saya tidak terima,” tegasnya.
Riska (40), pelanggan tetap Kadir, mengaku sudah tiga tahun menjahit seragam anak-anaknya di sana.
“Anak saya masuk SMA tahun ini. Seragamnya kebesaran, jadi saya bawa ke sini,” katanya.
Menurutnya, pelayanan Kadir cepat, hasil jahitan rapi, dan tarifnya tidak berubah saat musim ramai.
“Jadi selain karena tarifnya tidak mahal, kualitas jahitannya juga rapi,” ucap Riska. (*)
| Rp1,79Juta untuk Seragam, Orang tua Siswa SMPN 2 Makassar Terpaksa Beli Demi Anak Tak Beda Sendiri |
|
|---|
| Patahuddin Antar Anak Sekolah Sebelum Ngantor: Mengasuh Anak Bukan Hanya Tugas Ibu |
|
|---|
| Para Ayah Murid SD Inpres Kera-kera Makassar Antusias Antar Anak di Hari Pertama Sekolah |
|
|---|
| SDN 22 Belopa Dipadati Ayah Berseragam Khaki, Ini Pesan di Balik Gerakan GATI |
|
|---|
| ASN Laki-laki di Luwu Diimbau Antar Anak di Hari Pertama Sekolah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-07-13-tukang-jahit.jpg)