Tahun Ajaran Baru
Usaha Jahit Kadir dan Istri di Jl Mannuruki Makassar Ramai Pesanan Seragam Sekolah
Tahun ajaran baru dimulai, tukang jahit di Makassar banjir order seragam. Tetap jaga kualitas, tarif tak naik. Pelanggan rela antre.
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Tahun Ajaran Baru Dimulai, Tukang Jahit di Makassar Kebanjiran Order Seragam
Tahun ajaran baru 2025/2026 dimulai Senin, 14 Juli 2025.
Momen ini membawa berkah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), terutama tukang jahit.
Salah satunya Kadir (56), penjahit rumahan di Jl Mannuruki Raya, Kecamatan Tamalate, Makassar.
Bersama istrinya, Ernawati (46), ia telah menjalani usaha ini sejak 1997.
Pria asal Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), itu mengaku tempat jahitnya nyaris tak sepi dalam dua pekan terakhir.
“Sudah dua minggu ini jelang masuk ajaran baru, banyak orderan. Jadi kami kewalahan. Yah, Alhamdulillah, banjir orderan. Ini masih banyak menumpuk,” ujar Kadir, Minggu (13/7/2025).
Pesanan yang masuk bervariasi, mulai dari menjahit seragam baru, mengecilkan pakaian, memasang papan nama, bordir logo sekolah, hingga memotong ulang ukuran baju dan celana.
“Seperti pasang papan nama, kasih kecil ukuran pakaian seragam sekolah, potong baju, potong celana. Jadi banyak macam,” tambahnya.
Meski ramai pesanan, Kadir tidak menaikkan tarif.
Ia tetap mengedepankan kepercayaan pelanggan dan keberkahan usaha.
“Kalau pasang logo, papan nama itu Rp5.000. Kalau kecilkan baju, itu Rp20 ribu, kadang juga Rp15 ribu kalau baju SD," kata Kadir.
"Saya ini tidak mau ambil kesempatan dalam kesempitan. Yang saya cari itu berkahnya, kepercayaan pelanggan. Mau itu Lebaran, tahun ajaran baru, atau hari penting lainnya, saya tidak pernah naikkan tarif,” jelas ayah empat anak ini.
Untuk menyelesaikan pesanan yang menumpuk, Kadir bahkan rela bekerja tanpa henti.
“Kalau di momen seperti ini, saya bangun langsung kerja. Jam berapa pun bangun, langsung lanjut. Tidak ada waktu libur. Karena yang dikejar itu anak sekolah mau masuk sekolah, dan itu tidak bisa ditunda,” katanya.
| Rp1,79Juta untuk Seragam, Orang tua Siswa SMPN 2 Makassar Terpaksa Beli Demi Anak Tak Beda Sendiri |
|
|---|
| Patahuddin Antar Anak Sekolah Sebelum Ngantor: Mengasuh Anak Bukan Hanya Tugas Ibu |
|
|---|
| Para Ayah Murid SD Inpres Kera-kera Makassar Antusias Antar Anak di Hari Pertama Sekolah |
|
|---|
| SDN 22 Belopa Dipadati Ayah Berseragam Khaki, Ini Pesan di Balik Gerakan GATI |
|
|---|
| ASN Laki-laki di Luwu Diimbau Antar Anak di Hari Pertama Sekolah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-07-13-tukang-jahit.jpg)