Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pedangan Pasar Sentral Palakka dan BTC Bone Curhat Pembeli Sepi, Andi Akmal Ingin Datangkan Investor

Pesatnya persaingan karena kecanggihan teknologi, yang menjadi salah satu penyebab BTC dan Pasar Sentral Palakka sepi pelanggan. 

Penulis: Wahdaniar | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM/Wahdaniar
SIDAK PASAR - Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin saat meninjau BTC Bone, Rabu (2/7/2025). Pedagang curhat sepi pembeli, Andi Akmal ngaku akan datangkan investor.  

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE - Asnur (39) salah seorang pedagang di Pasar Sentral Palakka yang berlokasi di jalan poros Bone- Makassar, Kelurahan Bulu Tempe Kecamatan Tanete Riattang Barat mengaku sepi pembeli. 

Hal tersebut dikarenakan minimnya perbaikan infrastruktur jalan menuju lokasi. 

"Dulu waktu agak bagus jalan di depan itu dan masih kurangnya produk online dalam sehari bisa ka dapat jutaaan tapi sekarang untuk baik kalau ada laku satu jualanku,"ujarnya kepada Tribun-Timur.com, Rabu (2/7/2025). 

Asnur mengaku tren pergeseran pembeli dari offline ke online membuat daya beli masyarakat menurun. 

"Sekarang kan serba online semua, masyarakat lebih memilih membeli barang diluar SulSel ketimbang melirik yang dari daerahnya," bebernya. 

Ia berharap pemerintah setempat bisa melirik para pelaku UMKM agar kiranya bisa mengembangkan potensi penjualan mereka. 

"Harapannya kami diberikan solusi terkait persoalan yang kami hadapi," tandasnya. 

Baca juga: Rekam Jejak Bupati Bone dan Wakilnya, Belum Cukup Setahun Relawan Sudah Tagih Janji Perbaiki Jalan

BONE- Potret Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin saat menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis Penyelenggaraan Pemanfaatan Lahan Pekarangan (11/6/2025). Andi Akmal berharap kegiatan tersebut bisa mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat desa, khususnya dalam sektor ketahanan pangan.
BONE- Potret Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin saat menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis Penyelenggaraan Pemanfaatan Lahan Pekarangan (11/6/2025). Andi Akmal berharap kegiatan tersebut bisa mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat desa, khususnya dalam sektor ketahanan pangan. (TRIBUN-TIMUR.COM/WAHDANIAR)

Hal yang sama juga diungkapkan pedagang di Bone Central Trade (BTC) yang berlokasi di KH Agus Salim, Kelurahan Macege, Kecamatan Tanete Riattang Barat. 

Dimana lokasi tersebut pada awal tahun 2000 menjadi tempat favorit warga Kabupaten Bone untuk berbelanja. 

Namun, kondisi tersebut perlahan mulai sepi pembeli usai covid-19 melanda. 

Banyak kios-kios yang perlahan mulai ditinggalkan dan dibiarkan kosong. 

Bahkan bangunan tiga lantai tersebut, nyaris kosong. 

Hanya lantai dasar yang terlihat ada beberapa penjual yang masih bertahan untuk menjajakan dagangannya. 

"Disamping tinggi sewa perkiosnya masih lumayaj tinggi, kurangnya perawatan juga menjadi salah satu alasan kenapa pusat perbelanjaan di sini mulai ditinggalkan," ujar salah satu pedagang, Ratna (19). 

Ratna mengaku dalam sehari dirinya hanya bisa mendapatkan dua pembeli. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved