Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Iran vs Israel dalam Dunia Islam

Konflik Iran-Israel Mereda, Indonesia Diminta Ambil Peran Mediator Lindungi Ekonomi Nasional

Seandainya konflik Iran-Israel tak segera diredam, bukan tak mungkin perekonomian Indonesia terganggu.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM/KASWADI
DISKUSI PUBLIK - Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Ukraina 2017-2021, Prof Yuddy Chrisnandi saat menjadi pembicara Diskusi Publik Konflik Iran-Israel dalam Perspektif Dunia Islam di Lantai 3 Kantor Tribun Timur, Jl Opu Dg Risadju 430, Kota Makassar, Kamis (26/6/2025). Diskusi publik ini diinisiasi oleh Tribun Timur bersama dengan  Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Pengurus Wilayah Sulawesi Selatan (ICMI Orwil Sulsel), Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Makassar dan Forum Dosen. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Konflik Iran-Israel yang sempat memanas membuat harga minyak dunia melonjak tinggi.

Hal ini membuat berbagai negara was-was, termasuk Indonesia sebagai negara importir minyak.

Seandainya konflik Iran-Israel tak segera diredam, bukan tak mungkin perekonomian Indonesia terganggu.

Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI), Prof Yuddy Chrisnandi menyebut, harga minyak dunia melambung tinggi hanya beberapa hari akibat konflik senjata Iran vs Israel.

Harga minyak dunia dari 74 dollar AS per barel, naik sampai 80 dollar AS per barel.

Seandainya, perang kedua negara masih berlanjut, harga pasaran minyak dunia bisa naik 100 dollar AS per barel.

Kalau naik 120 dollar per barel  dan perang berlanjut, maka ia memprediksi banyak negara kolaps anggaran pendapatan penerimaan negara, termasuk Indonesia.

“Indonesia adalah negara importir minyak. Kebutuhannya kurang lebih satu juta barel per hari. Kalau naik satu dolar saja sudah satu juta dollar AS, kalau naik 10 dollar AS-20 dollar AS, itu jebol APBN,” jelasnya.

“Cadangan devisa nasional 130 miliar dollar AS bisa habis beberapa hari saja. Ini sebuah tragedi dunia,” tambah dia saat menjadi pembicara Diskusi Publik Konflik Iran-Israel dalam Perspektif Dunia Islam, Kamis (26/6/2025).

Diskusi publik ini diinisiasi oleh Tribun Timur bersama dengan  Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Pengurus Wilayah Sulawesi Selatan (ICMI Orwil Sulsel), Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Makassar dan Forum Dosen.

Prof Yuddy menyampaikan, untungnya konflik bisa diredam cepat. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump berinisiatif untuk hentikan perang yang terjadi.

Sebab, perang ini hanya bisa dihentikan oleh Donald Trump, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan pemimpin tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Jika tak ada inisiatif menghentikan, dampak inflasi global, dampak ekonomi global, rantai pasok terganggu, penurunan investasi dan menurunnya pertumbuhan ekonomi.

“Perang baru mulai saja, Bank Dunia sudah mengoreksi tingkat pertumbuhan ekonomi dunia dari 3,4 persen menjadi 3,2 persen. Bahkan, mungkin bisa lebih kecil lagi,” sebut Dewan Pakar MPP ICMI ini.

Menurut Prof Yuddy, Indonesia harus mengambil peran dalam menjaga perdamaian.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved