Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Iran vs Israel dalam Dunia Islam

Prof Yuddy Chrisnandi Ingatkan Indonesia Tak Lihat Konflik Iran-Israel Sekadar Perang

Pada 13 Juni, Israel menyerang Iran. Teheran tak tinggal diam, mereka merespon dengan meluncurkan rudal wilayah Israel.

|
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM/KASWADI
DISKUSI PUBLIK - Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Ukraina 2017-2021, Prof Yuddy Chrisnandi saat menjadi pembicara Diskusi Publik Konflik Iran-Israel dalam Perspektif Dunia Islam di Lantai 3 Kantor Tribun Timur, Jl Opu Dg Risadju 430, Kota Makassar, Kamis (26/6/2025). Diskusi publik ini diinisiasi oleh Tribun Timur bersama dengan  Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Pengurus Wilayah Sulawesi Selatan (ICMI Orwil Sulsel), Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Makassar dan Forum Dosen. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Hubungan Iran-Israel sempat memanas. 

Pada 13 Juni, Israel menyerang Iran. Teheran tak tinggal diam, mereka merespon dengan meluncurkan rudal wilayah Israel.

Suasana semakin memanas dengan campur tangan Amerika Serikat membantu Israel mengebom tiga situs nuklir Iran

Iran membalas dengan menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Qatar.

Namun, kondisinya kini perlahan meredam. Iran-Israel sepakat gencatan senjata.

Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Ukraina 2017-2021, Prof Yuddy Chrisnandi melihat konflik Iran vs Israel yang dibelakangnya ada Amerika Serikat, tidak hanya menyangkut geopolitik.

Di dalamnya ada juga kepentingan geo ekonomi internasional, sumber daya alam minyak, geo strategis pertahanan untuk memiliki dominasi Timur Tengah dan Teluk Persia.

Tak kalah pentingnya adalah konflik ideologis dan solidaritas keagamaan. Hal ini tidak bisa dipisahkan.

Olehnya itu, ia meminta Indonesia harus punya perspektif melihat situasi yang ada.

Hal ini disampaikan Prof Yuddy Chrisnandi saat menjadi pembicara Diskusi Publik Konflik Iran-Israel dalam Perspektif Dunia Islam, Kamis (26/6/2025).

Diskusi publik ini diinisiasi oleh Tribun Timur bersama dengan  Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Pengurus Wilayah Sulawesi Selatan (ICMI Orwil Sulsel), Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Makassar dan Forum Dosen.

“Indonesia harus punya perspektif tidak hanya soal perang (Iran-Israel), bukan sekadar Iran mendukung penuh Palestina dan mengutuk keras kekejaman Israel terhadap Palestina, seperti kita lakukan,” katanya.

Ia menyebut, Iran sudah mewakili jeritan hati umat Islam dunia yang saat ini dirasakan oleh rakyat Palestina yang terjajah di negeri dan tanah airnya sendiri.

Iran memanifestasikan kemarahan umat Islam dengan keyakinan dan keberanian. Iran adalah simbol  kekuatan ideologi dan solidaritas umat muslim di seluruh Indonesia.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak bisa mengambil peran dalam pelanggaran hukum internasional terhadap negara yang menginvasi negara lain atau memulai konflik negara lain seperti Israel lakukan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved